“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Apa poin utama di balik rentetan aksi mahasiswa belakangan ini?
Di diskusi Prime Plus CNN Indonesia, Wakil Ketua BEM UI (Fatimah Azzahra) menjabarkannya dengan tajam dan bernas.
Berikut beberapa kutipan dari ucapannya yang menurut saya menarik
Program MBG dan Pengentasan Stunting
"Saya sebagai mahasiswa kedokteran sangat mempertanyakan ya, kalau alasan yang terus-terusan digaungkan sampai hari ini bahkan itu masih tentang menyelesaikan perihal stunting gitu ya."
"Kita semua saya yakin sudah tahulah bahwa bahkan sejak masa pemilu saja, ketika debat capres sudah banyak sekali pakar yang menyebutkan gitu, bahwa stunting itu tidak tepat ketika ditreat dengan MBG makan bergizi gratis yang diberikan pada anak sekolah yang momentum 1.000 hari pertamanya itu sudah terlewati."
"Sehingga menurut saya perbedaan pendapat tuh tidak apa-apa. Tapi kalau seandainya ada satu hal fundamental secara sains yang memang sudah tidak sesuai, apakah itu masih perbedaan pendapat atau memang sesuatu yang perlu diperbaiki gitu."
========
Komunikasi Publik dan Empati Pemerintah
"Presiden itu tidak dipilih oleh rakyat dengan ekspektasi bahwa beliau tuh akan berterima kasih-terima kasih saja ketika dikritik gitu. Apa sih yang rakyat inginkan? Rakyat tuh inginnya ketika ada sesuatu hal yang disampaikan oleh mereka ada hal yang 'Pak Anda mungkin salah, Pak kita tidak ingin seperti ini', dijawab dong oleh Presiden gitu. Harapan rakyat itu seperti itu."
"Apa versimu Pak Presiden? Maka Presiden menjelaskan ini begini, ini begini, untuk isu ini begini begini begini. Bukan ada isu diterima 'oh terima kasih, terima kasih'. Loh ini dipilih 58% yang dibanggakan dari dulu, tapi ketika rakyatnya itu punya pertanyaan punya aspirasi hanya terima kasih terima kasih tidak ada output gitu."
"Kalau hanya terima kasih-terima kasih itu, kalau kita habis scan QRIS, itu ada terima kasih otomatisnya. Kita enggak perlu presiden gitu kalau hanya untuk mengatakan terima kasih. Ya presiden tuh untuk menyampaikan solusi dan rakyat itu berhak tahu ketika Presiden mengalami hambatan itu tidak boleh disembunyikan. Itu yang kita rasakan sekarang ketika ada hambatan disembunyikan."
========
Program MBG dan Monopoli Ekonomi
"Ketika MBG ini diterapkan, bahwa banyak loh orang-orang yang mungkin menjadi pengangguran baru juga seperti itu dengan justru adanya MBG ini. Misalkan kantin-kantin di sekolah."
"Saya rasa kita sudah banyak ya melihat berita-berita bahwa kantin-kantin di sekolah itu mengalami sepi gitu. Karena mereka jadinya anak-anak enggak mau beli mereka. Karena mereka tuh paling tinggi penjualannya ketika sesi makan siang seperti itu kan, yang itu digantikan oleh MBG."
"Dan berapa banyak dalam satu sekolah itu ada berapa banyak penjual kantin? Kita katakan satu kota itu ada berapa sekolah lagi. Sehingga sebetulnya kita merasa bahwa MBG ini sendirilah yang justru memonopoli ruang-ruang pekerjaan itu seperti itu yang seharusnya mereka bisa hidup gitu."
========
Closing Statement : Analogi Korupsi sebagai Kanker
"Mungkin sebagai summary ya. Jadi saya ingin sedikit dalam perspektif saya sebagai mahasiswa FK gitu ya. Dalam tubuh kita tuh ketika ada satu jaringan yang terkena kanker begitu ya, yang sudah menyebar luas, maka tidak ada pilihan lain selain mengangkatnya dan memisahkannya dari tubuh kita. Supaya tubuh yang lain ini tidak semakin terdampak begitu."
"Nah dalam posisi negara kita saat ini, saya memandang bahwa bangsa kita ini sedang mengalami sakit yang sama. Ada satu jaringan di situ penuh dengan keburukan seperti itu ya, yang akan merugikan bangsa kita lebih jauh lagi kalau tidak dipisahkan gitu, tidak di-eliminasi. Dan siapa yang paling bisa melakukan itu adalah Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang sudah diberi amanah pada rakyat untuk menyelesaikan masalah bangsa gitu."
"Dan saya ingin mengatakan ya menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan pada Pak Prabowo, bahwa Pak, Bapak sudah mencalonkan diri berkali-kali. Bapak sebegitu inginnya untuk berkontribusi gitu ya pada negara dan memberikan yang terbaik untuk rakyat, maka jangan biarkan kesempatan yang satu-satunya ini Bapak berikan pada satu orang dua orang tiga orang empat orang yang menjadi tangan-tangan Bapak yang menjauhkan Bapak gitu dari Bapak seorang presiden, Bapak negara kepada rakyat Bapak yang ada di bawah."
"Bapak harus mendekatkan diri, kalau bisa rakyat itu Bapak yang langsung jawab. 'Kita punya masalah ini, kita akan begini, ini yang akan kita lakukan, tenanglah rakyatku'. Itu yang seharusnya diinginkan oleh rakyat. Dan itulah yang seharusnya Bapak lakukan sebagai orang yang telah berkali-kali mencalonkan diri begitu inginnya mengabdi pada rakyat, maka seharusnya Bapaklah yang paling banyak berinteraksi dengan rakyat dan menjawab pertanyaan rakyat. Itu yang rakyat inginkan."
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
3 Mantra Hidup :
1. Let Them (Biarkan Mereka)
Berhenti mengontrol tindakan orang lain. Ketenanganmu terlalu mahal utk itu.
2. It Will Pass (Ini Akan Berlalu)
Kecewa, rasa sakit, lelahmu hari ini tidak abadi, ini hanya tamu sementara.
3. Time Will Tell (Waktu Akan Menjawab)
Kamu tidak harus paham semua alasan dibalik takdir yg patah hari ini. Letakkan dlu kepalamu yg bising, biarkan waktu yg bekerja merapikan apa yg blm sempat kamu mengerti.
Di series “teach a lesson” eps 8 khusus kedokteran itu bener2 bagus banget pesannya.
Karena mirip ama di sini juga.
Cita2 kedokterannya dibrain wash dari awal demi tujuan “nama baik keluarga”
Padahal anaknya ga suka kedokteran, tapi dikasi drill soal + bimbel terus2 an.
7. Ayuda a alguien sin ninguna agenda.
Sin economía de favores. No se espera nada a cambio. Simplemente ayuda a alguien de verdad.
Recuerdas exactamente cómo se sentía necesitar que alguien estuviera a por ti. Una conversación, una mano extendida — podría haberlo cambiado todo.
Ve a ser eso para alguien más esta semana. Una vela no pierde nada al encender otra. Y la forma en que te hace sentir respecto a tu propia vida es inexplicable hasta que lo haces.