Lagu Hari lebaran - karya Ismail Marzuki, ini akan terus tetap ku putar di saat lebaran tiba, karena penuh syarat dengan makna dan sindirian untuk para penguasa.
Selamat Lebaran 1446//
12 tahun dalam barisan, barisan orang-orang lucu hanya untuk bersenang-senang setelah lelah dengan kerja, kerja dan kebijakan pemerintah seng molah maleh.
Meratapi nasib, penjaga marwah melati, melati kembang tepus kaki, asam lambung barkui sesek dodone, metndase, ya
Ada yang sadar?
Saat Idul Qurban, yang paling sering dibuang justru bagian paling “hidup” dari sapi.
Namanya: rumen.
Padahal ini bukan sekadar isi perut.
Ini reaktor biologis hidup. 👇
Swiss gak punya laut.
Singapura gak punya sawah.
Jepang miskin sumber daya mineral.
Arab Saudi hutannya minim.
Belanda bahkan gak punya gunung.
indonesia punya semuanya.
Alam lengkap, sumber daya ada, laut luas, tanah subur. Tapi kok UMR masih 5 juta ?
Dear teman-teman Indonesia New Media Forum alias Homeless Media,
Jujur, saya kecewa berat sama cara main kalian.
Kalian selalu riding the wave isu yang lagi jadi keresahan publik, bahkan terkesan berpihak. Sampai pasang avatar hijau-pink itu, sampai beberapa dari kalian muncul di depan DPR waktu 17+8. Tapi ternyata semua itu cuma modal cari engagement, yang kemudian dimonetisasi dengan mengkhianati ekspektasi audiens kalian: merapat ke rezim.
Kalian sudah kasih bantahan, sampai Tempo merevisi beritanya. Tapi siaran pers istana tak bisa dibendung. Dan tidak ada satupun fakta yang berubah, kalian tetap sudah merapat.
Mau berdalih cover both sides pun tidak akan mengubah kenyataan bahwa pada 10 Maret lalu jauh sebelum Qodari bicara ke publik, kalian sudah duluan ketemu Gibran. Mau diklarifikasi kayak apapun pertemuan ini jadi bukti:
KALIAN SEBENERNYA GA PUNYA MASALAH SAMA REZIM INI.
Dan Qodari melihat celah itu. Menurut saya tujuan Qodari bukan sekadar mau kasih proyek kalian. Tapi mau ngancurin kredibilitas media alternatif yg dianggap pro publik. Dia tau kalian sering pake angle kritis, apalagi pas 17+8. Semua media mainstream sudah dikooptasi rezim, tinggal homeless media. Sekarang tanpa kooptasi, hanya pake sekali siaran pers. hancurlah harapan kami pada kalian. Sekarang coba jelasin, gimana kami masih harus percaya sama kalian?
Duwet terus duwet terus, ha mbok lak omong iku dipikir disek bwos.
Apa dengan membangun fly over bakal mengatasi masalah di kemudian hari? Opo ora di investigasi dan analisa penyebab kejadian iki opo? Lagi langkah selanjut e seperti apa. Ojok asal ngetokne duwet kabeh beres.