To be honest, at this point I kinda no longer want that slippery lantai kamar mandi to be the cause of his death, tapi beneran dilempar ke masyarakat trus digebukin, siksa abis-abisan because the amount of disrespect and humiliation we experienced daily is so unfathomable.
Living in kabupaten is so crazy atp because we don't have any choice selain naik kendaraan pribadi, most of us working 10-30 km from home karena lapangan di sini kerja sulit, kebanyakan digaji underpaid, and now we have to deal all of this gov shit?
I'm sorry Shetuals for giving such a negative vibes sejak tadi pagi... Feel free to sb yah... Aku mahasiswa iya karyawan gaji super imut iya middle class economy iya jajan china jepang korea juga iya,
Also almost 2 years of MBG, sekolah adikku belum dapat sama sekali. Sebenarnya nggak apa-apa at least for my brother tapi rasanya nggak adil karena sekolah di sekitar dia udah pada dapat semua 😅
Few days ago my Supervisor show me a WhatsApp status from one of his contact, yang sepertinya suplier dapur MBG, isi statusnya ss chat pihak MBG yang REQUEST NOTA dari 1500 diminta ditulisin jadi 3000. Kupas tuntas sampe bawah.
Barusan banget isi Pertamax (krn Pertalite di SPBU terdekat HABIS) isi 35k sisa 2 batang dan GAK PENUH, biasanya 30k dengan sisa 2 batang udah penuh full sampe tutup real jual motor aja mending gw tai
Are you even TRYING to think about us? Orang Kabupaten isinya orang berpenghasilan menengah kebawah, pak/bu, bukan 3jt sehari kayak bapak/ibu. Berhenti motong rezeki kita semua. Kita cuma mau hidup dengan layak aja kok kalian susahkan terus...