โkami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharapโ
โucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
gw jadi keinget pas lagi jaga IGD dan nanya riwayat pasien ditemani istrinyaโฆ
๐ฉโโ๏ธ: ada alergi obat?
๐ง: enggak ada
๐ฉ: ada
๐ง: enggak ada
๐ฉ: ada
๐ฉโโ๏ธ: jadi ada atau enggak?
๐ฉ: tahun lalu dikasih obat terus bentol semua
๐ง: oh iya ya
๐ฉโโ๏ธ: โฆ
๐ฉโโ๏ธ: riwayat operasi?
๐ง: enggak ada
๐ฉ: usus buntu 2019
๐ง: OH IYA
๐ฉโโ๏ธ: โฆ
๐ฉโโ๏ธ: obat rutin?
๐ง: enggak ada
๐ฉ: tiap pagi minum obat darah tinggi
๐ง: itu dihitung?
๐ฉโโ๏ธ: pakโฆ
๐ฉ: makanya saya ikut masuk
hal yang tidak diajarkan di FK:
kadang riwayat penyakit pasien tersimpan lebih aman di memori istrinya daripada di pasiennya sendiri ๐ญ
Kepada para pemimpin republik, kami orang muda bukan musuh bangsa ini. Jangan kerahkan tentara dan polisi untuk membatasi suara kami.
Ajak kami berdialog dan penuhi tuntutan kami. Kami bukan penyebab krisis, para pejabat brengsek itu adalah penyebab kekacauan ini.
IHSG turun hingga 35% sepanjang 2026.
Terburuk di Asia. Investor asing kabur hingga Rp 61 triliun.
Rupiah tembus Rp 18.036 , rekor terlemah pasca-Reformasi.
Saham BBCA anjlok hingga 50%.
Lalu Bapak Menkeu bilang: "Biang keroknya persepsi negatif. Padahal ekonomi kita bagus."
Pak, pasar modal itu bukan tempat orang berpersepsi.
Itu tempat orang memutuskan mau taruh duit di mana.
Dan investor asing ,yang punya akses ke semua data, semua laporan, semua angka , memilih angkat kaki Rp 61 triliun dari sini. Itu bukan persepsi. Itu penilaian.
Analis pasar menyebut masalahnya adalah trust issue ,kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah.
MSCI membekukan status Indonesia.
Bursa Asia lain justru menguat di periode yang sama.
Kalau ekonomi kita memang bagus, kenapa kita sendirian yang ambruk?