Baiklah karena beberapa ada yang tanya review ini, berikut review untuk treatment di dermies max, Ella dan qeza, https://t.co/shqepri02l tapi nanti ya, to be continued
DIMENTION BOCOR ALUS TEMPOOOOOOO!!!!
***
Karena yang lo ceritain tadi,
Pernah juga gue lihat dan gue tonton nih
Akun di media sosial yang membuat semacam dokumentasi atau ilustrasi lah titik-titik.
Dia menyebar peta Indonesia gitu ya, dan disitu ada narasi bahwa di titik-titik inilah Gibran sudah mengunjungi atau datang ke daerah-daerah itu.
Mulai dari sini, kesini, kesini, kesini gitu.
Dan disitu memang datanya sudah, kalau catetan lo udah lebih dari 100 ya ci ya?
Iya, 180 lebih ya, karena ini kan terus berkembang, tapi titik ya Kang, bukan kota atau provinsi.
PIUTANG PLN KE PEMERINTAH NAIK 156%.
ARTINYA PEMERINTAH NUNGGAK BAYAR KE PLN SEHINGGA PLN TIDAK PUNYA DUIT.
TIDAK PUNYA DUIT SEHINGGA TIDAK BISA BEKI BATUBARA
TIDAK BISA BELI BATUBARA, SUPLAI LISTRIK BERKURANG.
SIAP2 MENYALA BERGILIR
BUKAN PEMADAMAN BERGILIR
Dari foto laporan keuangan PLN yang beredar, ada satu angka yang langsung mencolok begitu kamu lihat.
Piutang dari Pemerintah tercatat Rp 110,738 triliun di periode terbaru, naik drastis dari sebelumnya Rp 43,290 triliun. Kenaikannya lebih dari 156% dalam satu periode.
Bukan naik tipis. Ini lonjakan yang sangat besar dan perlu dijelaskan.
PLN adalah perusahaan negara yang menjual listrik ke rakyat dengan tarif yang tidak selalu mencerminkan biaya produksi sebenarnya.
Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, PLN menjual listrik jauh di bawah harga pokok produksinya.
Selisihnya ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi.
Tapi pemerintah tidak selalu bayar langsung.
PLN dulu bayar dulu ke produsen energi, ke kontraktor, ke supplier batu bara dan gas, lalu nagih ke pemerintah belakangan. Tagihan yang belum dibayar pemerintah ini yang dicatat sebagai "piutang dari pemerintah" di neraca PLN.
Sederhana:
PLN sudah keluar uang, tapi pemerintah belum bayar.
KENAPA ANGKANYA BISA MELEDAK SEGITU?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan lonjakan ini.
pertama adalah program diskon listrik 50% Januari-Februari 2025. Pemerintah mengumumkan diskon tarif listrik untuk seluruh pelanggan di bawah 2.200 VA selama dua bulan. Biayanya ditanggung negara tapi dibayar PLN dulu. Total tagihannya saja sudah Rp 13,61 triliun hanya dari program dua bulan itu.
kedua adalah mekanisme pembayaran yang lambat. Selama ini pemerintah membayar kompensasi ke PLN per tiga bulan atau bahkan per enam bulan sekali. Artinya PLN harus talang dulu berbulan-bulan sebelum uangnya balik. Semakin lama jeda bayar, semakin besar piutang yang menumpuk.
ketiga adalah subsidi dan kompensasi yang terus membengkak. Pada 2025, realisasi subsidi dan kompensasi listrik sudah menyentuh lebih dari Rp 210 triliun. Sementara tarif dasar listrik tidak naik karena alasan politik. Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayar rakyat inilah yang jadi beban yang terus menumpuk.
DARI MANA PEMERINTAH BAYARNYA?
Sumber pembayarannya ada di APBN, tepatnya dari pos Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi. Pada 2024 saja, total subsidi dan kompensasi energi (BBM, gas, listrik, pupuk) mencapai Rp 434,3 triliun. Khusus listrik yang dikompensasi, salah satu contohnya adalah pelanggan 900 VA non-subsidi yang mendapat kompensasi Rp 400 per kWh, artinya dari harga seharusnya Rp 1.800 per kWh, mereka hanya bayar Rp 1.400 per kWh. Selisih Rp 400 itu ditanggung APBN, dan ada 50,6 juta pelanggan yang masuk kategori ini.
Masalahnya bukan soal ada atau tidak anggarannya.
Masalahnya adalah timing pencairannya.
Komisi XI DPR sempat melaporkan bahwa kompensasi kuartal I-2025 untuk PLN senilai Rp 27,6 triliun belum dibayarkan.
Bahkan ada tagihan 2024 yang dibebankan ke APBN 2025. Jadi tagihan lama belum lunas, tagihan baru sudah datang.
PLN yang punya piutang besar tapi belum cair ini berdampak ke kemampuan perusahaan membayar supplier dan produsen listrik swasta tepat waktu.
Kalau pembayaran ke IPP terlambat, ada risiko gangguan pasokan.
Dalam jangka panjang, ini juga mempengaruhi rating kredit PLN dan kemampuan pinjam untuk investasi infrastruktur.
Untuk kita sebagai pelanggan, selama tarif listrik tidak disesuaikan dengan harga pokok produksi, maka subsidi dan kompensasi akan terus menggelembung, piutang PLN ke pemerintah akan terus naik, dan beban APBN akan semakin berat.
Ada wacana perbaikan skema pembayaran menjadi bulanan agar piutang tidak menumpuk terlalu lama.
Tapi selama tidak ada reformasi tarif dan pembenahan kontrak IPP, akar masalahnya tetap ada.
Rakyat bayar murah.
PLN tombok dulu.
APBN yang bayar belakangan
Dan siklusnya terus berulang setiap tahun
APAKAH KEDEPANNYA BENERAN GELAP?
Habis baca perjanjiannya, ini gila sih... Amerika dibabat habis di meja perundingan!
Poin-poin kesepakatan antara Iran-Amerika:
- Amerika akan membayar pampasan perang/ganti rugi kepada Iran sebesar $300 miliar dolar (Rp5.400 triliun) atau setara dengan 40 tahun MBG. Iran menang banyakkk 😭😭
- Amerika setuju untuk tidak menambah personil di kawasan Timur Tengah dan membolehkan Iran mengelola nuklirnya untuk tujuan damai.
- Semua sanksi terhadap Iran dicabut, mulai dari sanksi ekonomi, perdagangan, sanksi DK PBB, dan resolusi IAEA.
- Produk minyak dan gas Iran bebas dijual, termasuk juga pembebasan transaksi bank-bank Iran.
- Amerika akan menghentikan pembekuan aset-aset Iran di luar negeri, artinya Iran akan segera memperoleh keuntungan bisnisnya dari luar negeri.
Asli, baru pertama kali ini ngeliat perjanjian Amerika vs. negara lain tapi Amerikanya yang harus ngalah banyak😭😭
Ini baru riil negara yang ditakuti asing 😭 BRAVO IRAN!
PLN Jogja apa ga malu, warga sampe cari2 tempat yg ga mati listrik. Saking kalian ga jelas info pemadamannya. Warga sampe takut job dicancel, atau gagal interview gara2 pas interview mati listrik. Orang yg bikin kue sampe gojak gajek mau produksi krn takut udah nyiapin adonan, listrik padam.
Ini kalo dikumpulin kerugian material apa kalian mau ganti? Sosmed isine seremonial dan hal2 unfaedah. Mbok sik jelas jadwal pemadamane. Pikirin juga yg ga punya sosmed...gmn kasi info pemadaman k mereka.
Beberapa waktu lalu aku rekaman sama client luar, cemas banget tiba2 listrik padam. Itu rasa cemas yg ga seharusnya kurasakan. Marai trauma. In this economy kita semua sedang kerja bener biar duitnya lancar... Malah mbok rusuhi.
Minimal banget diinfooooo... Koyo ra duwe teknologi canggih wae. Padahal BUMN lho... Resourcenya ada. Koyo perusahaan skala kecil. Heran
Iki lagi mati listrik saiki... Trus keluar cari makan eh nang tempat makane yo mati listrik. Oleh ra sih nunut masak sego nang kantor PLN?
cc:threadvosbid
Gw baru sadar kalau dugaan rantai masalah di balik blackout Sumatra dan pemadaman bergilir di Jawa ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar “gangguan teknis”.
Kalau ditarik benang merahnya, kira-kira alurnya begini:
1. Harga batu bara global turun karena oversupply.
Buat negara eksportir seperti Indonesia, harga yang turun berarti penerimaan negara dari sektor komoditas juga ikut tertekan.
2. Muncul kebijakan untuk menekan produksi.
Logikanya sederhana: kalau pasokan dikurangi, harga bisa lebih terjaga.
Di atas kertas masuk akal.
3. Masalah mulai muncul ketika kebutuhan dalam negeri tetap jalan.
PLN tetap butuh batu bara buat menghidupkan PLTU.
Listrik tetap harus nyala.
Pabrik tetap harus beroperasi.
Kebutuhan energi tidak ikut turun hanya karena produksi tambang dikurangi.
Di saat yang sama ada aturan DMO.
4. PLN mendapatkan batu bara dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Nah di sinilah insentif mulai bertabrakan.
Dari sudut pandang pengusaha tambang, pilihan bisnisnya jadi cukup jelas.
Jual ke PLN dengan harga yang dibatasi.
Atau jual ke pasar dengan harga yang lebih tinggi.
Kalau selisihnya besar, dorongan untuk mengejar pasar jelas lebih kuat.
Akibatnya pasokan yang dibutuhkan PLN berpotensi makin ketat.
Kontrak makin sulit.
Cadangan makin tipis.
Risiko operasional mulai meningkat.
Dan ketika rantai ini terus berjalan, yang muncul di hilir bukan lagi isu batu bara.
Yang muncul adalah listrik padam.
Masyarakat cuma melihat lampu mati.
Padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari keputusan yang dibuat jauh di hulu.
Yang bikin gw agak kepikiran, keputusan soal kuota produksi, DMO, harga acuan, kontrak pasokan, semuanya terdengar sangat teknokratis.
Tapi efek akhirnya bisa sampai ke rumah rakyat.
Bisa sampai ke pabrik.
Bisa sampai ke UMKM.
Bisa sampai ke orang yang bahkan gak pernah baca berita energi sekalipun.
Kalau dugaan rantai masalah ini memang mendekati kenyataan, berarti yang sedang kita lihat bukan sekadar masalah PLN atau cuaca.
Ini contoh bagaimana satu kebijakan komoditas bisa menciptakan efek domino ke sektor energi.
Negara ingin harga komoditas terjaga.
PLN ingin pasokan aman.
Swasta ingin margin terbaik.
Masyarakat ingin listrik tetap nyala.
Masalahnya, empat tujuan itu tidak selalu berjalan searah.
Dan ketika salah satu bagian mulai bergeser, efeknya bisa merambat ke mana-mana.
Seperti biasa, yang paling jauh dari ruang rapat sering kali jadi yang paling dekat dengan dampaknya.
@pln123 ini kenapa daerah tambun selatan mati listrik sih, mau chat via apa juga begini, sekelas BUMN begini bgt, kalo begini mah biarin aja swasta yang kelola listrik, rela bayar mahal asal listrik ga keganggu
@mimawwr@PLN123 Iyakan, gila kalo gini terus tiap hari, kali ini kebijakannya udah mulai ganggu bgt aktivitas sehari hari, dzolim bgt yg bikin mati listrik tiap hari
@pln123 ini kenapa daerah tambun selatan mati listrik sih, mau chat via apa juga begini, sekelas BUMN begini bgt, kalo begini mah biarin aja swasta yang kelola listrik, rela bayar mahal asal listrik ga keganggu
Stop wak......✋️✋️✋️
Yang di pulau Jawa wajib tahu, kenapa di Jawa mati lampu, alasan sebenarnya bukan karna pemeliharaan tapi karna skandal. Silahkan di baca
Ini sudah keterlaluan si pln kalo bener
[DIBUTUHKAN SEGERA] LOWONGAN KERJA PARUH WAKTU
⬛︎ GAJI ⬛︎
Rp 4.200.000 / hari (Total Rp 8.400.000 untuk 2 hari)
⬛︎ LOKASI & TANGGAL ⬛︎
Lokasi: Bekasi, Indonesia
Tanggal: 8 & 9 Juni
⬛︎ KUOTA ⬛︎
1 Orang
⬛︎ KUALIFIKASI ⬛︎
・Pria
・Berusia 20 tahun ke atas
・Memiliki fisik yang kuat
⬛︎ DESKRIPSI PEKERJAAN ⬛︎
Menetap sendirian selama 2 hari di properti yang akan kami tentukan di Bekasi. Selama di lokasi, wajib mematuhi aturan berikut dengan ketat:
❶Kunci rapat seluruh pintu dan jendela properti.
❷Dilarang keras membawa perangkat elektronik (Buku, makanan, dan minuman diperbolehkan).
❸Dilarang menyalakan lampu antara pukul 23:00 - 04:00 (Dilarang tidur pada jam tersebut).
❹Bakar dupa pada waktu yang sudah ditentukan.
❺Jika bel rumah berbunyi atau ada panggilan dari luar, dilarang keras keluar.
⬛︎ BARANG YANG DISEDIAKAN ⬛︎
・Senter
・Tasbih
・ Dupa
・ Kamera Video
Batas pendaftaran: 7 Juni pukul 23:00
Bagi yang berminat, silakan email ke:
[email protected]
[CATATAN]
※ Kami hanya akan membalas pesan pelamar yang terpilih.
※ Pekerjaan ini mungkin melibatkan risiko bahaya. Harap dipertimbangkan.
Dua sosok ini yang lakukan perekaman video mama yasinta maiwend di kampung wanam
agar mama tidak mangatakan hal2 diluar dari rencana mereka.
Mereka dua masih terus berada di samping mama yasinta maiwend.
Mama yasinta moiwend berada dalam tekanan aparat militer indonesia.
i want to bring more awareness to the dark side of pornhub. there are videos of women and children being raped. sex trafficking, revenge porn, and spycam porn. a girl went missing and was found after someone noticed her on pornhub. there were 58 videos of her being raped.