Hiii teman timun pejuang skripsi, gimana perkembangan skripsinyaaa?
Ayah aku lagi buka jasa bimbingan skripsi dan tesis nihh, buat yang berminat atau mau tanya tanya dulu bisa hubungi nomor ayah aku yang tertera atau boleh reply yaaa.
@ardisatriawan Ini yg lagi aku rasain, jadi ank pns/dosen tuh emng gak seenak itu. Dikiranya bisa foya2 aslinya mah gaji ortu gak sebrp. Mau daftar beasiswa jg syaratnya hrs punya kipk sedangkan kalau ortu pns/dosen gak bisa punya kipk. Pns yg kaya tuh pejabat aj selebihnya kek babu
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
Guys, kalian udah pada tau gak?
Ini berita yang bikin dada sesak banget. Pelajar SMA berumur 16 tahun, Ilham Dwi Saputra, warga Bantul Yogyakarta, meninggal dunia setelah diduga dikeroyok habis-habisan sama gerombolan orang.
Ayahnya, Sugeng Riyanto (53), cerita secara blak-blakan:
Selasa malam (14 April 2026) jam 21.30 WIB, Ilham lagi main sama keponakannya di rumah.
Tiba-tiba ada teman jemput naik motor.
Dibawa ke belakang SMA di Bambanglipuro, terus dijemput lagi sama dua orang naik Scoopy.
Kakak kelasnya curiga, ikutin sampe ke Lapangan Gadung Mlaten.
Di situ udah ditunggu hampir 10 orang. Ilham cuma disuruh duduk, ditanya “lu ikut geng apa?” — dia jawab “tidak”.
Langsung diserang. Dipukul pake selang, paralon, gunting.
Lebih kejam lagi: disundut rokok berulang kali + digilas sepeda motor.
Miris banget. Anak sekolah biasa, gak ikut geng, tapi dihabisi gini. Ayahnya masih shock, belum tahu pasti siapa pelakunya.
List penderitaan angkatan 26 :
1. TKA yang gk jelas fungsionaliasnya
2. Pusat UTBK yang diacak layaknya blindbox
3. Dipotongnya kuota penerimaan mahasiswa baru
4. PU dan PK yang tipe soalnya jauh berbeda dan sulit dari tahun-tahun sebelumnya