Udah pada liat kasus di Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ini belum?
Intinya ada peserta yang udah menjawab pertanyaan dengan benar, namun oleh juri dianggap salah. Pertanyaan kemudian dilempar ke tim lain. Tim lain jawab dengan jawaban yang sama dan dianggap benar.
Peserta yang sebelumnya menjawab protes (dengan cara yang cukup elegan) tapi tidak digubris oleh Juri. Bahkan malah disalahkan oldh juri lain.
Gimana menurut kalian?
Daftar menu MBG hari ini:
β’ Sekotak penjara untuk para demonstran.
β’ Sebutir teror dan segelas air keras untuk pegiat demokrasi dan hak asasi manusia.
β’ Serenteng takut untuk warga kebanyakan β kalian tidak mau bernasib sama seperti mereka, kan?
π₯
BREAKING NEWS.....
Kabar buruk baru saja menghantam pasar energi global...
Semoga ini HOAX......
Tiongkok resmi memerintahkan kilang-kilang minyak terbesarnya untuk MENGHENTIKAN TOTAL ekspor diesel dan bensin ke luar negeri...
Ini sinyal bahaya huhuhuh...
Dunia dalam masalah besar.
Sebagai eksportir utama, keputusan Tiongkok menarik diri dari pasar bakal membuat pasokan global langsung jebol. Harga minyak dunia dipastikan meroket, biaya logistik akan meledak, dan inflasi siap menghantam meja makan kita.
Tiongkok main aman demi stok dalam negerinya, sementara negara lain dibiarkan berebut sisa.
Namun, di tengah hiruk-pikuk kekhawatiran global ini, Indonesia seharusnya tidak perlu ikut-ikutan cemas.
Mengapa?
Karena kita punya Bapak Menteri ESDM yang level optimismenya berada di atas rata-rata dan bisa diandalkan.
Selagi beliau masih mengonsolidasikan partai dan tetap sangat optimis bahwa ketahanan energi kita aman terkendali, rakyat jelata seperti kita tidak perlu banyak tanya.....
Tetaplah tersenyum lebar di depan kamera meski badai energi di depan mata. Lagipula, kalaupun nanti harga BBM di pom bensin mendadak berubah di tengah malam, itu pasti demi kebaikan kita semua agar lebih rajin jalan kaki toh?
Biarkan dunia pusing soal diesel, kita cukup fokus melihat betapa cerahnya masa depan energi kita di bawah komando sang ahli strategi yang serba bisa ini.
Optimisme adalah kunci, urusan antrean solar itu urusan nanti.
Sebelum melihat videonya dan baca narasi yang *redacted*, saya kira korban adalah pelaku perampokan/tawuran yang bawa senjata mainan, sehingga ketika ada polisi datang, langsung diasumsikan sebagai perampokan yang sedang berlangsung, sehingga harus langsung ditindak, ternyata tidak... Personel polisi ini gagal dalam membaca situasi, anak-anak ini sedang bermain, seperti halnya anak-anak di seluruh Indonesia membeli senjata mainan untuk bermain saat Ramadhan.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah klaim "tembakan peringatan" yang membunuh korban. Apakah peluru di dalam pistol langsung peluru tajam? Jika iya, kenapa tembakan peringatan ditembakkan? Ini di tempat padat penduduk, menembak ke atas ya peluru akan ke bawah lagi dan jatuh ke atap warga, menembak ke bawah ya pelurunya bisa memantul nyasar ke mana-mana. Jika karet, paham kan SOP peluru karet untuk di-skipping terlebih dahulu ke aspal? Bukan langsung ke badan target? Kalau hampa, kok ya bisa sampai meninggal dunia? Laras ditempelkan ke korban?
Pertanyakan, publik BERHAK mengetahui kebenarannya, jangan biarkan tak terjawab.