Bocah 9 tahun asal Bojonegoro, Daffa Ardian Pratama, mencuri perhatian karena kemampuannya merakit mesin secara otodidak.
Di usia yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, Daffa mampu membuat dimmer hingga robot sederhana.
Kini, keluarga berharap Daffa bisa mendapatkan pola pendidikan yang tepat agar potensinya berkembang dengan maksimal.
Penulis: Hamim, Andi Hartik
Kreatif: Jessica Emmanuella
Produser: Elizabeth Ayudya
#Bojonegoro #Viral #Voice
Stigma Kudeta Gus Dur, Fitnah yang Menyudutkan Megawati
Hingga kini, stigma bahwa Megawati Soekarnoputri “mengkudeta” Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 2001 masih bergema, terutama di media sosial. Narasi ini menyudutkan Megawati, seolah ia merebut kekuasaan dengan licik. Faktanya, penggantian presiden terjadi melalui proses konstitusional di MPR, bukan kudeta. Rakyat berhak tahu kebenaran : Megawati naik sebagai presiden karena mandat demokrasi 1999, di mana PDIP sebagai pemenang pemilu berhak atas kursi kepresidenan.
.
Pemilu 1999 memberikan PDIP 33,7% suara, jauh di atas partai lain, namun Poros Tengah menjegal Megawati, memilih Gus Dur sebagai presiden. Amien Rais (PAN) menjadi Ketua MPR, dan Golkar menguasai kursi Ketua DPR, membuktikan bahwa pemenang pemilu tidak otomatis jadi presiden, melainkan dipilih MPR. Ketika Gus Dur dilengserkan pada 2001 karena konflik dengan DPR dan tuduhan korupsi (Buloggate, Bruneigate), MPR secara sah melantik Megawati sebagai presiden berdasarkan Tap MPR No. III/MPR/2001. Ini bukan kudeta, melainkan suksesi konstitusional.
.
Stigma kudeta muncul dari narasi lawan politik yang memanfaatkan popularitas Gus Dur. Hubungan Megawati dan Gus Dur memang tegang, terutama karena perbedaan visi koalisi, namun Megawati tidak memimpin pelengseran. DPR, didukung Golkar dan Poros Tengah, menginisiasi Sidang Istimewa MPR. Megawati, sebagai Wapres, menjalankan tugas konstitusional. Klaim bahwa ia “bersekongkol” mengabaikan fakta bahwa PDIP tidak punya mayoritas di MPR untuk mengatur skenario sendiri.
.
Fitnah ini terus hidup hingga 2025, sering digunakan untuk melemahkan citra Megawati dan PDIP. Padahal, Megawati memimpin dengan fokus menstabilkan negara : mendirikan KPK, melunasi utang IMF, dan menjaga NKRI dari konflik separatisme. Rakyat berhak bertanya : mengapa narasi kudeta terus dihembuskan ?
Kebenaran menunjukkan Megawati adalah pemimpin yang menghormati konstitusi, bukan pengkhianat yang haus kekuasaan.
.
Rakyat Indonesia melihat Megawati dihantam fitnah kudeta, namun ia memilih menjaga persatuan. Seperti kata Soekarno, “Pemimpin adil menegakkan keadilan sosial, memastikan tak ada yang kelaparan di negeri kaya.” Rakyat punya kuasa untuk memilih : pemimpin yang taat konstitusi atau yang terjebak narasi palsu ?
Tolak fitnah, wujudkan Indonesia adil !
@PDI_Perjuangan
#IndonesiaCerdas
#PilihPemimpinAdil
Mereka yg nantangin Ahok, giliran Ahok bersuara, mereka ngamuk.
Mereka yg minta Ahok diperiksa, giliran Ahok bersedia, ga ada yg berani.
Mereka yg jelek-jelekkan Ahok, giliran Ahok minta dipanggil, mereka takut.
Baru kali ini penguasa takut sama oposisi. Ini kerennya PDIP.😊
@AremaNita__ RAHAYU untuk SEMUA, RAHAYU kepada LELUHUR NUSANTARA, mari kita mendoakan leluhur kita yg telah lama kita abai >>>> Gusti Amberkati
@Sentjoko Jika engkau ditanya ? ada kemungkinan nggak ditanya juga kan ? , jika ditanya, apa pertanyaannya spt itu? Man Robbuka dst, krn yg memberitahu nggk memastikan, Hai Fulan/nah jika engkau ditanya maka jawablah bukan engkau pasti ditanya! begitu cak
ANAK KITA
Pengetahuan budaya bangsa sejak dini merupakan pondasi dasar utk menyongsong masa depan mereka.
Budi pekerti yg tertanam akan menjadi bekal mereka dalam kehidupan sbg anak bangsa
Sumber video
srinarendrakalaseba
Sudah mulai berani menunjukkan identitas sebagai #JatiDiri
Memuliakan ajaran leluhur sendiri.
Hidup damai, rukun, berdampianhan impian bagi semua insan manusia.
@phdi_pusat atensi unt pembinaannya 🙏
Rahayu 🌷