Hi X, hari ini aku ¼ abad 🥹🥳 gatau kenapa malah sedih hehehe belum jadi apa-apa, deket sama siapapun juga engga 🙃 tapi tetep bersyukur masih dikasih nafas kehidupan sama Tuhan kesehatan, yaaa apapun yang akan terjadi di depan sana, semoga hidup aku bisa selalu menjadi berkat!
🚨 TERKINI : Pernyataan Lionel Messi pasca kekalahan di final Piala Dunia 2026.
🗣️"Rasa sakit ini begitu besar, dan butuh waktu agar luka ini bisa sembuh.
Namun, aku memilih untuk tetap berpegang pada semua hal baik yang telah kami lalui, semua pertandingan yang berhasil kami balikkan dengan memberikan segalanya, serta momen-momen yang akan selalu tersimpan dalam kenangan kami.
Aku akan selalu mengingat dukungan dari seluruh rakyat Argentina yang, bersama kerja keras dan pengorbanan tim ini, sekali lagi membawa kami kembali menjadi salah satu tim terbaik di dunia.
Hari ini mungkin sulit untuk menghargai apa yang telah kami capai tetapi tim ini benar-benar berhasil mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun.
Terima kasih yang sebesar-besarnya dari lubuk hatiku atas setiap ucapan dan setiap pesan yang kalian kirimkan.
Sekali lagi, kita berhasil bersatu sebagai sebuah bangsa dan berdiri bersama, berbagi kebanggaan yang begitu besar sebagai orang Argentina.
Aku juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilannya menjuarai Piala Dunia." 🇪🇸
Waktunya nggak lama lagi, Messi bakal ninggalin sepak bola.
Di MetLife Stadium, New Jersey, Messi jalan pelan menuju podium runner up. Bahunya sedikit membungkuk, matanya berkaca kaca saat medali perak digantung di lehernya.
Spanyol baru saja menang 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Argentina gagal pertahankan gelar. Tapi bagi jutaan orang yang nonton, malam itu bukan tentang kekalahan. Malam itu adalah tentang akhir sebuah era.
Messi berusia 39 tahun. Rambutnya sudah mulai memutih di pelipis, langkahnya nggak secepat dulu, tapi matanya masih sama. Penuh api, penuh cinta untuk sepakbola. Sepanjang turnamen cetak delapan gol, kasih assist krusial, dan bawa Argentina yang sempat terseok hingga final. Messi main kayak umur 29 tahun, bukan 39. Tapi usia nggak pernah bohong. Tubuhnya lelah, dan sepak bola tak lagi beri ruang untuk keajaiban selamanya.
Kita ingat Qatar 2022. Malam itu Messi mengangkat trofi yang selama 36 tahun tak pernah diraih Argentina. Air mata bahagia mengalir deras.
“Saya sudah lengkap,” katanya saat itu.
Tapi Tuhan memberinya satu babak lagi. Satu kesempatan terakhir untuk menari di panggung terbesar. "The Last Tango", begitu ia tulis di postingan sebelum final. Tango terakhir. Dan meski berakhir dengan nada sedih, tango itu tetap indah kok.
Bayangkan seorang anak kecil dari Rosario yang dulu menderita kekurangan hormon pertumbuhan, kini berdiri di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya.
Lihat wajah para pemain Spanyol saat membuat guard of honour. Ada rasa hormat di mata mereka. Mereka tahu, mereka baru saja mengalahkan legenda hidup, panutan mereka sendiri.
Nggak lama lagi, Messi bakal ninggalin sepak bola. Mungkin beberapa bulan lagi di Inter Miami, mungkin satu atau dua pertandingan persahabatan terakhir dengan Argentina. Lalu lampu stadion akan padam untuknya. Nggak ada lagi momen ankara messi yang bikin bek lawan mati kutu. Nggak ada lagi senyuman malu malu saat ia mengangkat trofi.
Yang tersisa adalah warisan yang nggak bisa dihapus. Bukan hanya rekor gol, assist, atau Ballon d’Or. Tapi Messi ngajarin kita bahwa bakat saja tak cukup. Dibutuhkan hati yang besar, ketahanan yang luar biasa, dan cinta yang tak pernah pudar.
Untuk Leo, terima kasih. Terima kasih telah membuat jutaan anak di seluruh dunia percaya bahwa mimpi bisa diwujudkan meski berkekurangan dan tantangannya besar.
Kau bukan runner up malam ini, Leo. Kau adalah pemenang seumur hidup.
Sekarang, istirahat yang pantas. Dunia sepak bola akan terus berputar, tapi tak akan pernah sama lagi tanpamu.
Permainan Spanyol gila betul, dominasi total, Argentina tidak banyak diberi peluang jika mau dibilang tidak ada sama sekali.
Benar-benar layak juara, SELAMAT LA FURIA ROJA! 🇪🇸⭐⭐
Pau Cubarsi : "Merupakan suatu kehormatan besar bisa berbagi lapangan dengan Messi. Saya merasa sedih karena dia adalah panutan saya, dan saya tidak suka melihatnya kalah.
tapi jujur pas goal ferran, perasaan ini bisa dibilang campur aduk. di satu sisi seneng tapi di sisi lain ada yg ngebuat diri ini gabisa seneng 100%... dan itu karena leo messi...
hiduplah seperti ferran, dihujat ga tumbang, dicemooh ga tumbang, sepanjang turnamen diremehin. pas final, gaada angin gaada ujan, tiba2 nyetak goal kemenangan, spanyol juara dunia😭