📢BREAKING🚨
European Parliament resolution of 21 May 2026 on the cases of human rights and environmental defenders Andrie Yunus and Muhammad Rosidi in Indonesia.
For the first time after 10 years, the EU Parliament has passed a resolution in regards to human rights issue in Indonesia, specifically on the Case of Acid Attack Against @KontraS Deputy Coordinator Andrie Yunus and Environmental Activist from Bangka Belitung Muhammad Rosidi.
The Uni Eropa parliament also calls the Indonesian Government @Kemlu_RI for a swift, thorough, transparent and independent investigation to both attacks.
🔗Full version of the document
https://t.co/chC0iIkODo
sekalipun nggak bermimpi buat ngalamin kehidupan kaya raya, rakyatmu juga nggak mau hidup dalam kemiskinan kali pak. sampe banyak orang lebih takut nggak bisa makan daripada nggak sekolah lho. makanya sampe ada 58% orang yang milih program mbg-mu, daripada pendidikan gratis.
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/euRMEEu1rA
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”:
“Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.”
(https://t.co/De208Bdtzc)
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah