— mencoba terlihat baik-baik saja. Selama ia menuruti apa yang dikatakan oleh Manager Kang pasti tidak akan ada masalah, kan?
"Untuk sementara saya akan mempercayai kalimat Manager Kang."
@behearder
Hingar bingar di dalam bar membuat Seojun tampak kelelahan. Dia berakhir di sini pun bukan karena keinginannya, melainkan manager di perusahaan tempat dia bekerja memaksanya untuk ikut.
ㅤ ㅤ"Aku terlalu mabuk untuk ini."
Kalimat yang dilontarkan oleh managernya sukses —
— atau pasrah dengan apa yang dikatakan oleh pria itu. Baiklah, mungkin untuk sekarang ia akan percaya bahwa membawa Manager Kang tanpa kurang apapun bisa membuatnya lepas dari masalah.
"Saya tidak mungkin melibatkan Pak Angkasa dalam masalah sepele seperti ini." Seojun —
@madunworldwide Seojun mengangguk setuju. "Betul," ujarnya mengiyakan kalimat laki-laki tersebut. "Bisa-bisa bikin lebih stress lagi. Maunya menghilangkan stress, malah tambah pusing."
"Ah, ngomong-ngomong.... kita belum berkenalan." Padahal sudah ngobrol panjang lebar.
ㅤ ㅤ"Yang kulakukan hanya meminum kopi dan berkata kasar."
Seojun sempat meragukan telinganya. Apakah ia mendengarnya dengan benar? Sejak kapan meminum kopi lalu diakhiri dengan berkata kasar?
"Tuan," laki-laki dengan rambut hitam itu mencoba untuk memahami apa yang dimaksud —
@Anarrinon Seojun tampak tersenyum geli mendengar gadis tersebut tampak kesusahan menyebutkan nama si anjing. Memang sedikit susah untuk lidah yang tidak terbiasa mengucapkan kalimat dalam Bahasa Korea.
"Geum-do-ri," ejanya pelan-pelan agar si puan bisa melafalkan nama anjing yang ia bawa.
Sore hari di taman kota, seperti biasa Seojun tengah melakukan pekerjaan paruh waktunya, membawa jalan-jalan seekor anjing. Lantas ia memilih untuk duduk setelah berjalan cukup jauh.
ㅤ ㅤ"Boleh aku membelai anjingmu?"
Suara seseorang menyadarkan Seojun dari lamunannya. Ia —
@Anarrinon Seojun mengangguk membenarkan. Anjing yang ia bawa jalan-jalan memang milik orang kaya, maka dari itu ia amat waspada terhadap orang-orang yang mencoba mendekatinya.
"Namanya? Geumdori." Anjing tersebut mengibaskan ekornya semakin cepat saat namanya disebut.
@madunworldwide "Tidur memang obat terbaik saat merasa penat," ia pun berpikir demikian, tapi waktu yang terbuang pun menjadi masalah yang sama. "Saya setuju, tapi memutuskan sesuatu dalam keadaan tidak stabil bukankah terkesan terburu-buru?"
— meneruskan kalimat yang sengaja digantungkan dan diminta untuk dilanjutkan.
"Perihal Manager Kang menolak," ia mendengus seperti menertawakan dirinya sendiri, "saya yakin Manager Kang sudah tahu jawabannya saya akan melakukan apa." Tentu saja, pekerja magang sepertinya mana —
Sore hari sepulang ia bekerja sebagai pegawai magang Seojun berpapasan dengan seorang pria yang membawa anjing peliharaan dan mengingatkannya dengan anjing yang biasa ia bawa berjalan-jalan.
"Bolehkah aku mengelus anjingmu?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja meski Seojun —
— tidak memiliki niat untuk menculik anjing gemas tersebut. Namun dia juga tidak memiliki bukti bahwa dia tidak akan melakukan hal yang disebutkan.
"Saya tahu Anda tidak akan percaya hanya dengan kata-kata. Tetapi Anda bisa terus memegang tali kekangnya saat saya mengelusnya." —