Penderita anxiety disorder itu kalau bahagia, bisa bahagia banget. Hal-hal kecil saja bisa membuat mereka tersenyum sepanjang hari. Tapi ketika sedih, cemas, atau pikirannya mulai berisik, rasanya juga bisa sangat dalam, seolah dunia sedang runtuh di atas pundaknya.
Sayangnya, banyak orang tidak melihat apa yang terjadi di dalam kepalanya. Yang terlihat hanya seseorang yang terlalu sensitif, terlalu banyak berpikir, terlalu berlebihan, atau bahkan dianggap drama.
do’anya cantik banget:
“ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah”🥹🤍
Gue dulu dua tahun makan siang sendirian di mobil.
Bukan karena antisosial.
Tapi karena gue manager baru.
Di minggu ketiga, gue ambil keputusan yang bikin satu orang dipecat.
Keputusan yang bener. Dia curi dari perusahaan, angkanya jelas banget.
Tapi dia udah kerja 19 tahun di situ. Dan semua orang di gedung itu sayang banget sama dia.
maaf ya misalkan belum bales wa tapi aktif disosmed lain, kadang aku juga berantakan sendiri, ga tau mau berbagi cerita ke siapa, maaf aku juga tidak bisa menolong kamu karena energiku sudah habis untuk menolong diriku sendiri.
Aku kasih bocoran dikit.
Kalau ada cewek nangis karena tidak diperlakukan baik oleh cowoknya, percayalah dia tidak sedang menangisi cowoknya itu. Dia menangisi nasibnya sendiri, karena di kehidupan yang sekali ini, mengapa dia harus menjadi perempuan yang tidak dihargai dan tidak diusahakan.
Dan yang paling menyakitkannya lagi, dia bukan kehilangan seseorang, melainkan menyadari bahwa hati, waktu, dan ketulusannya diberikan kepada orang yang tidak mampu menghargainya. Karena setiap perempuan pada dasarnya hanya ingin dicintai dengan layak, dihargai keberadaannya, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
lu pada pernah gasih nangis pas lagi capek dan stress bgt, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe mikir “ini gua disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr”.
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.
jangan takut ngelepasin orang yang jalannya bukan buat bareng sama kita. people come n go, jangan takut gabisa move on. semua hanya perihal waktu, lama-lama juga akan terbiasa. sakit dan sedih yang kamu rasain sekarang bakal diganti dengan yang lebih baik, entah itu diganti dengan kisah yang lebih baik, atau rezeki yang selalu lancar.
ternyata "breadcrumbing" itu seserem itu.
dia tidak meninggalkan, tapi dia juga tidak memperjuangkan. dia mempertahankanmu, tapi dia tidak berusaha membuatmu merasa dicintai. dia takut kehilanganmu, tapi dia tidak mau memberikan kepastian untukmu.
dari lagu "shape of my heart", aku jadi paham "cinta itu seharusnya nambah tenang, bukan malah bikin overthinking tiap malam" kalo lebih sering nangis daripada senyum, maybe it's not love it's just attachment karena hubungan yang sehat itu bukan bikin kita capek, but makash lite teel a little lighter, a little happier.