Hai, aku Latifa 🌸
Aku Etsy Seller yg jual produk digital di Etsy. Kadang aku suka nulis soal Etsy, tips soal X, & self-dev di X.
Btw, aku background dari jurusan pendidikan lalu switch ke dunia digital marketing. Tp DNA aku itu rasanya ya ttg dunia pendidikan😂
Aku suka belajar, sharing sm orang & bantuin orang lain berkembang. Makanya aku share apa yg aku tau di sini. Temen2 bisa liat artikel aku di profil atau di Medium.
Mau mutualan? Gaskan 🙌🏻
GIVEAWAY!
Karena random lagi pengen bagi-bagi, aku mau checkout-in buku buat 1 orang pemenang dengan max Rp100.000 (udah termasuk ongkir).
Syaratnya :
1. RT LIKE
2. Sebutin buku yg mau di beli (karena mungkin aku bakalan tertarik buat baca jg)
End tba.
#giveaway #booklovers #zonauang
People often fear sudden tragedies, yet underestimate the slow ones. These lungs are a reminder that some of the most devastating damage happens gradually, one ordinary day at a time.
Surgeon Chen Jingyu Lung Transplantation Team rejected a pair of lungs from a 52-year-old brain-dead donor due to severe, tar-like blackening, mild emphysema, bullae, and tuberculosis calcification.
The organs, damaged by 30 years of chain-smoking, were deemed unfit for transplant, highlighting the severe damage tobacco causes.
Aku salah ketika aku memperjuangkan cintamu untuk kehidupanku
mungkin ada yang mengatakan bahwa mencintai seseorang akan membuat bahagia
tapi sebelum mencintai orang lain aku harus mencintai diri sendiri dan bahagia dengan hidupku
Dengan keterbatasan komunikasi dan teknologi saat itu, apakah data serta catatan sejarah yang sampai ke kita sekarang benar-benar akurat? Atau sebenarnya ada banyak versi cerita yang hilang dan tidak pernah tercatat?
Zaman sekarang, semua orang bisa menyuarakan pendapatnya. Informasi tersebar cepat, termasuk hoaks. Jadi saya kadang penasaran, bagaimana dengan zaman dulu saat negara masih berjuang melawan penjajahan?
این متن، بازتاب صدای ملتی است که عزت و استقلال خود را با هیچ تهدید و فشاری معامله نکرد.
آنچه امروز به ثبت رسید، نتیجه استقامت ملی، عقلانیت سیاسی و دیپلماسی مسئولانه بود.
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
-Cha Segye & Pak Son Core Part 1-
Chemistry mereka jg bikin ngakak terpingkal2, cuma pak son yg bs ngediss atasannya sendiri tanpa takut dipecat krn memang kata2 pak Son banyak benernya dan bs menyadarkan Cha segye klo lg plenger 🤣
#myroyalnemesis