kutipan dari salah satu artikel kak Shahnaz Soehartono:
"Di tahun 2025, aku membuat keputusan untuk meninggalkan sebuah tempat yang mungkin bisa membesarkan namaku dan mampu memberikan aku begitu banyak kepuasan ego.
Keputusan ini bersifat cukup publik, yang akhirnya membuat banyak orang mempertanyakan apa yang melandasi sikapku ini. Jawabannya bukan hal sederhana yang mampu memuaskan banyak pihak.
Jawabannya berakar pada keputusanku untuk berdiri teguh dalam menentukan sikap politik, dan memilih untuk bergerak secara independen. Ini semua karena prinsip yang aku temukan dalam praktek kesadaran untuk selalu bersuara bagi kemanusiaan dan melindungi kaum yang lemah.
Aku memutuskan hal ini bukan berasal dari sebuah keriuhan, melainkan sebuah kejernihan. Sebuah keselarasan yang aku yakini di dalam hati nuraniku.
Aku memilih pergi bukan karena kehilangan kesabaran, tetapi karena aku menemukan kesadaran tertanam kuat di dalam diri."
artikel lengkapnya ada di onlights, selamat membaca :)
https://t.co/rWhs8ScX9r
Shahnaz Soehartono leaving Pancatera karena beda prinsip. Pancatera kayaknya ga mau bahas politik dengan alasan mau jaga positive vibe dan fokus ke woman empowerment.
Sorry gurl, with the Indonesian current situation, u can't be apolitic if you really want empower the community
Turut berduka cita ya Abang,
Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun
Sekarang yg komen komen negatif pada bingung gimana minta maafnya.
Manteman nakes atau non-nakes ini sebagai reminder bagi kita yaa.
Mungkin kita yg paling faham tp tak menjadikan kita kemudian mudah berkomentar bahkan yg jauh dr nalar.