BANDUNG. HISTORICAL MOMENT. TIGA GELAR JUARA BERUNTUN. TIGA MUSIM, SATU NAMA, ABADI DALAM SEJARAH, PERSIB BANDUNG! โญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธ
SEGALA PUJI KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM! BARUDAAAAAAAKSSSSSS ๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐๐๐๐๐๐๐๐๐
#BandungFootball#BFCOM#Persib#Bobotoh#PersibDay
Salah satu instrumen untuk mencegah rupiah nyentuh 22.000
BI menaikkan suku bunga. Dari 4,75% menjadi 5,25%.
Apa maksudnya ini?
BI ingin agar swasta + investor mau tetap memegang dalam rupiah.
Soalnya kalau suku bunga naik:
- Imbal hasil/ return dari deposito, SBN, dan obligasi jadi lebih tinggi
- Asing lebih tertarik taruh uangnya di Indo entah lewat deposito atau beli SBN/Obligasi
- Walhasil permintaan rupiah jadi naik terhadap dollar. Asing jual dollar tapi beli rupiah.
Cuman ada dampaknya menurut ekonom
- Kredit jadi mahal, perusahaan yang punya utang, bunganya jadi lebih tinggi
- Ngaruh ke cicilan dan KPR karena bunganya jadi lebih tinggi ( ini nih yang kena ke kita)
- Risiko pertumbuhan ekonomi jadi melambat karena orang maupun perusahaan bisa kurangi konsumsi dan investasi.
Btw ini belum tentu jadi obat mujarrab.
Kata ekonom, kalau pasar masih belum percaya, suku bunga naik belum tentu buat mereka tertarik buat nyimpan dan beli aset dalam rupiah.
saya coba membandingkan rasio-rasio keuangan 4 perbankan besar yang dirilis resmi untuk periode Q126
$BBRI
$BMRI
$BBCA
$BBNI
tujuannya untuk mendapatkan gambaran sederhana siapa yang sebenarnya memiliki kinerja terbaik dari 4 bank ini,
semoga bermanfaat
(utas)
Ya Allahuโฆ. Stock Split saham sampai harus dijelaskan pakai bahasa bayi gini ya ๐ญ
Pak Jaksa yang terhormat,
Mau jumlah saham bertambah jutaan kali lipat sekalipun, namanya stock split mah nilai sahamnya dan persentase kepemilikannya tetap sama
Prabowo beneran ngk ngerti alasan kredit Ultra Mikro lebih tinggi bunganya?
Belajar Risk Matrix gak sih?
Bukannya Ortunya Banker, pendiri Bank BNI ya?
ALASAN nya nih biar pada ngerti!!
1. Tidak Ada Agunan
Usaha ultra mikro tidak punya aset yang bisa dijaminkan. Bank tidak pegang apa-apa.
Kalau macet, mau sita apa? Gerobak?
2. Tidak Ada Laporan Keuangan
Usaha besar punya auditor, neraca, laporan laba rugi. Usaha ultra mikro catatannya di buku tulis, bahkan di kepala. Bank susah mengukur seberapa sehat usahanya.
3. Tidak Ada Credit History
Belum pernah pinjam formal sebelumnya, jadi bank tidak tahu rekam jejak pembayarannya. Ketidakpastian ini diterjemahkan jadi bunga tinggi.
4. Biaya Operasional Penyaluran Tinggi
Menyalurkan kredit 2 juta ke 1000 orang biayanya jauh lebih mahal daripada menyalurkan 2 triliun ke 1 perusahaan. Biaya survey, administrasi, monitoring, dibagi ke peminjam kecil, makanya mahal.
5. Tingkat Gagal Bayar Lebih Tinggi
Usaha kecil lebih rentan guncangan ekonomi, musim, atau sakit. Satu masalah kecil bisa langsung macet. Bank memasukkan risiko ini ke dalam bunga.
Gimana ga IHSG terombang-ambing?
Semua sektor diperas habis-habisan
Demi apa? MBG
APBN ga sanggup nambal lagi, dicari lah duit dari mana lagi buat nambal
IKN sudah tenggelam, terbitlah MBG
Orang-orang mau naruh duit pun jadi mikir-mikir, besok gebrakan gila apa lagi yang bakal di buat sama para pemangku kebijakan ini.
Jadi kita ini bangsa yang sangat besar kah? Sangat besar beban dan hutangnya maksudnya? ๐ญ
Konsep me time itu cukup sederhana, bisa mengenal diri kalian sendiri dengan lebih baik, memberikan waktu untuk berdialog dengan diri sendiri... Apa saja yang terjadi akhir-akhir ini? Apakah diri kita baik-baik saja? Preferensi kegiatan dan tempatnya boleh berbeda-beda, misal saya memilih gunung atau pantai yang relatif mudah dan murah untuk diakses, cari tempat yang berudara segar, sejuk, dan membuat otak tenang. Ini bukan persoalan introvert atau ekstrovert, tapi untuk mengenal diri kalian sendiri dengan lebih baik.