orang yang diam-diam lelah dengan hidupnya
biasanya menunjukkan hal-hal seperti ini.
apakah termasuk?
menarik diri secara perlahan
mereka mulai jarang ikut berkumpul, lambat membalas pesan, atau perlahan menghilang dari lingkaran sosial tanpa alasan yang jelas.
kehilangan minat pada hal yang disukai
hobi atau aktivitas yang biasanya membuat mereka bersemangat kini terasa hambar dan dilewatkan begitu saja.
perubahan pola tidur dan energi
sering terlihat sangat mengantuk, mengeluh lelah sepanjang waktu meskipun sudah cukup tidur, atau justru mengalami insomnia parah.
sering merespons dengan terserah atau gak apa-apa
mereka kehilangan energi untuk berargumen, membuat keputusan, atau mempertahankan pendapat, sehingga memilih bersikap apatis.
sikap tenang yang tidak biasa (mati rasa)
bukan tenang karena damai, melainkan karena mereka sudah terlalu lelah untuk bereaksi emosional terhadap masalah atau bahkan kabar baik.
beban tugas kecil terasa sangat berat
hal-hal sederhana seperti mandi, merapikan kamar, atau membalas chat penting terasa seperti tugas raksasa yang menguras tenaga.
Momen pas liat doi golin buat United itu aga lumayan “ngena” di hati gua jujur.
Doi bener2 ngeusahain semuanya dan nunggu momentumnya.
Golnya sih biasa aja, tapi rasa cinta & passion dia iti bikin kita sebagai fans happy dan terharu🥹❤️
🚨🚨This Manchester derby was an occultic show; when City started challenging United. See intensity! Look at Rio Ferdinand, Wayne Rooney and van Persie 😭
Balas dendam terbaik adalah diam, terima penghinaan ini, lalu pergi tanpa penjelasan, jangan lampiaskan ke orang lain, perbaiki diri, dan berkomitmen membahagiakan wanita yang hadir dan menjadi rumah untukmu pulang.
Banyak orang lagi silent struggle. Keliatanya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. Padahal deep down-nya lagi capek-capeknya bertahan.
So, be kind. Always. Kita ngga pernah tahu seberapa berat dunia seseorang hari ini.
benar ya ternyata, berusaha terlalu keras untuk membuktikan betapa tulusnya kita, hanya akan membuat kita semakin di rendahkan.
kita mati-matian membuktikan rasa sayang yg tulus, dia malah mati-matian mematikan perasaan kita dengan segala yg keluar dari ucapan juga tindakannya.
Aku setuju dengan statement ini:
"Bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. Not everything is our attention, not everything deserve our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat".
Ada nggak di sini yang bener-bener menjalani hidup sendirian?
Bukan cuma soal status, tapi memang nggak punya tempat pulang secara emosional. Nggak ada orang yang bisa diajak cerita tanpa takut jadi beban. Nggak ada bahu buat bersandar saat capek sama hidup. Semuanya dipikul sendiri, diproses sendiri, disembuhkan sendiri.
Kalau iya, gimana cara kalian bertahan?
sedih rasanya waktu dibilang ga pernah ngertiin seseorang, padahal selama ini kita sering mengalah dan lebih mikirin orang lain dari pada diri sendiri.