Nangis banget lihat video ini dan bener adanyaa 😭
Ya Allah Rabbi habli minassholihiin...
3 tahun kita jadi dunianya
4-12 tahun kita hanya kebagian sorenya
13-18 tahun kita hanya sabtu minggunya
19-25 tahun kita mungkin hanya tanggal merahnya
Kemudian setelahnya mungkin hanya sesempatnya...
Mari hadirkan jiwa raga kita untuk anak anak kita ya ayah bunda... 🥹
📽️IG: hwandjay_story
Kebaikan, kesantunan rakyat Indonesia dan pemahaman rakyat indonesia akan kepedulian pada sesama manusia (kemanusiaan), dimanfaatkan poliTIKUS demi kekuasaan dan lalu menindasnya lebih bengis dibanding orang BARAT itu sendiri...
GMAIL LO BUKAN PENUH. CUMA KOTOR DOANG.
Tadi storage gue udah 13.8GB dari 15GB, hampir aja bayar Google tambahan.
Eh ternyata bisa dibersihin dalam 20 menit doang, tanpa ilang satu invoice penting pun.
Langsung pake 5 filter otomatis ini:
ANDROID USERS, READ THIS!
Your phone says "Storage Full."
So you delete photos. Delete videos. Uninstall apps. Yet the storage barely moves.
That's because the real culprits aren't your photos or apps. it's the hidden junk Android quietly stores in the background
Here's how I cleaned my phone yesterday and recovered 35GB without deleting a single photo, video, app, or chat I actually use.
Here's exactly how I did it:
👇🏼👇🏼
Rukun² Wajib Shalat,,
semoga bermanfaat
Rukun Qalbi, Qauli, dan Fi’li adalah WAJIB
Apakah itu Rukun Qalbi, Qauli, dan Fi’li ?
Rukun Qalbi, Qauli, dan Fi’li amat penting untuk difahami dalam solat.
Pembahagian Rukun Solat
Ibadah solat terdiri daripada 13 rukun.
Dalam 13 rukun solat tersebut, rukun-rukun ini terbahagi kepada tiga bahagian, iaitu Rukun Qalbi, Qauli, dan Fi’li
Maksud qalbi adalah hati
Maksud qauli pula adalah perkataan atau bacaan.
Manakala rukun fi’li adalah pergerakan atau perbuatan.
Rukun Qalbi (Hati)
Rukun qalbi (hati) adalah melibatkan perkara yang perlu dilakukan dalam hati.
Antara perkara yang terdapat dalam rukun qalbi ada dua, iaitu:
.Niat
.Tertib
Rukun Qauli (Bacaan)
Rukun qauli (perkataan atau bacaan) ialah rukun yang wajib didengari oleh telinga sendiri setiap bacaan lafaznya.
Jika tertinggal satu huruf, maka wajiblah diulangi bacaan itu.
5 bacaan yang terlibat dengan rukun qauli ialah:
1.Takbiratul Ihram (ucapan Allahu Akbar)
https://t.co/sFbuSMtSzB Fatihah
3.Tahiyat Akhir
4.Selawat atas nabi
5.Salam yang pertama
Rukun Fi’li (Pergerakan)
Rukun fi’li adalah rukun pergerakan atau perbuatan.
Dalam rukun fi’li terdapat enam rukun.
Rukun tersebut adalah:
1.Berdiri (qiam).
2.Rukuk.
3.Iktidal.
4.Sujud.
5.Duduk antara dua sujud.
6.Duduk tahiyat akhir.
Jika terlupa atau tertinggal diantara rukun ini, maka perlu berpatah balik kepada rukun tersebut.
Namun, jika seseorang telah sampai pada rukun sama yang ditinggalkan itu pada rakaat seterusnya, contohnya dia terlupa rukuk di rakaat pertama, tetapi dia tersedar ketika telahpun melakukan rukuk di rakaat ke-2, maka rukuknya ketika itu menjadi rukuk rakaat pertama.
Dan perbuatan sebelumnya itu tidak dikira (menjadi lagha) (Fathul Mu’in)
Dalam solat berjemaah, jika seorang makmum tertinggal rukun fi’li, dia tidak boleh berpatah balik apabila imam sedang sama rukun dengannya.
Ini kerana makmum telah terikat dengan pergerakan imamnya.
Apa yang perlu adalah diteruskan saja ikutannya dengan imam.
Kemudian tambah rakaat lepas salam bagi menggantikan rakaat yang ketinggalan rukun itu.
Di tengah gemuruh ruangan, suara tegas Ibu Anik menggema jernih: “Saya usaha sendiri… modal sendiri… tanpa campur tangan pemerintah.
Tapi begitu berhasil… tiba-tiba mereka datang minta pajak.” Ia bukan sekadar bicara.
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad. Kisah sukses yang dibayar mahal dengan “pajak mendadak”.
Apakah ini bentuk keadilan yang seharusnya?
#KisahPengusahaSejati
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana?
pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
Gambaran Amerika yang sebenarnya...
Ketika jalan kaki di Kensington, Philadelphia — daerah yang sekarang udah kayak zona zombie apocalypse.
Kamera goyang, langkahnya pelan, suasananya sepi mencekam. Di pinggir jalan, trotoar, bahkan di tengah trotoar... manusia-manusia tergeletak kayak mayat hidup.
Badan kaku, mata kosong, mulut menganga, tangan bengkok aneh.
Mereka bukan lagi “orang miskin”, mereka udah jadi korban “zombie drug” — campuran fentanyl sama xylazine (tranq) yang bikin daging busuk dan otak mati pelan-pelan.
Yang ngevideoin, namanya Jashon nggak cuma lewat sambil rekam doang. Dia mendekat satu-satu.
Dekat satu orang yang lagi ambruk, dia jongkok, sentuh badannya pelan, cek napasnya... “Still breathing?” Lalu dia kasih botol air, pelan-pelan tolong orang itu minum.
Pindah ke orang berikutnya, yang badannya udah miring gila di trotoar. Lagi.
Cek napas. Kasih air. Kasih suara. Kasih perhatian yang mungkin udah bertahun-tahun nggak mereka dapat dari siapa pun.
Tiap langkah dia, bikin kalian merinding. Karena ini bukan satu-dua orang. Ini puluhan. Ratusan. Di siang bolong. Di negara paling kaya di dunia.
Sementara Amerika kirim miliaran dolar ke Israel buat “bantu” orang lain, di sini anak-anak mereka, saudara mereka, tetangga mereka lagi mati perlahan di pinggir jalan... dan masyarakat pada pura-pura nggak liat.
Ini bukan “homeless problem”.
Ini kegagalan total sistem.
Ini akibat narkoba yang masuk deras, pemerintah yang kewalahan, dan masyarakat yang terlalu sibuk flexing di sosmed sampe lupa ada “yang dilupakan” di belakang gedung-gedung mewah.
Jashon cuma jalan, cek napas, kasih air, dan kasih mereka “suara”.
Tapi di balik itu, dia lagi nunjukin ke kita semua:
“Ini adalah Amerika yang sebenarnya.”
DOA SEDERHANA YANG EFEKNYA LUAR BIASA
1. minta ketenangan hati
"hasbunallah wa ni'mal wakil (33x)"
2. minta rezeki yang baik
"allahumma inni as'aluka rizqan tayyiban (33x)"
3. minta rezeki yang halal
"allahumma ikfina bihalalika an haromik (33x)"
4. minta dibukakan pintu rezeki
"ya fattah, ya razzaq (100x)"
5. bersyukur dalam keadaan apapun
"alhamdulillah 'ala kulli hal (33x)"
6. minta dipermudah dalam urusan
"allahumma yassir wala tu'assir (33x)"
7. minta diberikan kelapangan dada
"fainna ma'al 'usri yusra (7x)"
3 Nasihat Emas Imam Syafie :
1. Jangan cemaskan esok hari, kerana esok adalah rezeki yang baru.
2. Sebesar apapun kita tergantung pada makhluk, sebesar itu juga kita akan dikecewakan.
3. Dua tangan yang menadah bermunajat di malam hari kerana Allah, tidak akan kembali dengan tangan kosong.
Ustadz Adi Hidayat said:
"Kata Nabi kalau mau minta,minta 4 hal ini , maka yang lain nya akan ngikut,doa perlindungan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, biasanya dibaca pada saat tasyahud akhir sebelum salam dalam shalat
Do'anya:
1. Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam (Azab Neraka Jahannam)
2.Wa min 'adzabil qobri (Azab Kubur)
3.Wa min fitnatil mahya wal mamats( (ujian/cobaan kehidupan dan kematian)
4.Wa min syarri fitnatil masiihid dajjal (Keburukan Fitnah Dajjal)
Ada 4 ya, kalau kita kerjakannya dengan baik bukan sekedar doa yang dikabulkan tapi ALLAH akan bimbing kita selamat dari mulai hidup di dunia sampai kembali kepada ALLAH ke Akhirat ".
Barakallahu fiik 🤲🏿
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.