@Persibpedia_ Kita lihat, salah satu pemain paling berbakat ini bisa buat apa buat timnas Indonesia kedepan, apakah bisa jadi legenda, atau hanya layu sebelum matang
@rasjawa Kalau yg juara bukan sibiru itu, gak bisa senyum2 mereka, makanya diatur sedemikian rupa biar bisa juara, mulai dr aturan championship series 2024, samapai aturan H2H, bahkan memindahkan laga tandang dr jakarta ke luar pulau jawa
Mungkin anda semua mudah lupa, tapi saya ingatkan lagi: Kerusakan pendidikan yang diakibatkan program merdeka belajar jauh lebih besar dampaknya dari sekedar korupsi Chromebook.
Tapi melalui Korupsi Chromebook, kita mendapatkan panorama bagaimana jaringan ini bekerja, bagaimana yayasan (yang pernah terlarang disebutkan namanya) ini membagi peran dalam platform, kurikulum, dan menjadikan guru sebagai garda terdepan agen siar kebijakan merdeka belajar.
Eksploitasi guru yang dilakukan era Nadiem, diseleksi, dikumpulkan, dilatih di Jakarta untuk membela kebijakan pendidikan yang memenuhi Tiktok dan instagram telah menghancurkan watak guru sehingga profesi guru berada pada titik terendahnya: melanggar etika, menjadikan kelas sebagai ruang konten publik, anak sebagai figura dan meninggalkan tugas utama mereka untuk mengajar.
Kejahatan ini jauh lebih berbahaya, karena mengadu domba guru, membuat kasta baru GKK, dan memisahkan; sehingga guru-guru yang jelas akan kehilangan sertifikasi guru sebab pasal-pasal tunjangan guru hilang, secara paradoks mendukung orang yang akan menghapusnya. Ini adalah bentuk alienasi paling sempurna yang dialami profesi guru.
Aktor-jaringan ini, tidak punya kendala moral untuk kembali menggunakan guru sebagai pion pembela mereka dan mengeksploitasi guru menjadi penambang data anak. Jika anda pikir itu hanya persoalan guru, saya perlu membawa berita buruk: para guru ini adalah guru yang mungkin akan mengajar anak-anak anda semua, yang sampai hari ini anak-anak kita mengalami masalah literasi dan numerasi dasar yang sangat parah dan sulit diobati.
Jika seandainya dosa tersebut bisa dikonversi menjadi pidana, tuntutan jaksa untuk korupsi Chromebook hanyalah bagian kecil dari buku hitam merdeka belajar.
Jika anda berfikir mengungkap kembali kerusakan pendidikan oleh Nadiem Makarim adalah hal yang harus dibedakan dari kasus Korupsi Chromebook, anda salah besar, sebab korupsi Chromebook bagian dari besarnya kerusakan pendidikan era Merdeka Belajar, yang mungkin tidak bisa semuanya diadili dalam peradilan kita.
Soal kasus Nadiem, aku lebih sepakat dengan penjelasan Prof. Mahfud. Proyek Chromebook kabarnya sudah ditolak sejak era Prof. Muhadjir dan dianggap gagal di Malaysia, namun kenapa justru diloloskan di era Nadiem? Bahkan pembicaraan sudah dilakukan sebelum ia menjadi menteri.
Punteun, yang menghapus rekrutmen CPNS Guru itu terjadi di era beliau.
Jutaan guru kami sekarang terjebak dalam skema PPPK yang dimana, guru guru kami terancam putus kontrak jika kemampuan fiskal daerah tidak mendukung
Dan kini, anggaran pendidikan sendiri telah dipangkas oleh MBG. Ini jelas jelas berpengaruh terhadap pengurangan dana transfer ke daerah khususnya soal anggaran pendidikan
Dan setiap 5 tahun, guru guru kami was was soal keberlanjutan karir mereka & ini bukan masalah kinerja baik/buruk, ini soal anggaran daerah. Apalagi ini guru ASN yang jumlahnya mencapai jutaan
Perbedaan kasus @tomlembong dan @nadiemmakarim :
1) Tom Lembong membuat kebijakan impor gula sesuai kebijakan Pemerintah (Joko Widodo) - bukan melakukan pengadaan barang dan jasa (gula).
2) Nadiem melaksanakan “arahan” Presiden Joko Widodo dan selanjutnya merangcang sistem dan mekanisme pengadaan barang dan jasa bersama “teman-temannya” di luar organisasi kementerian.
gak sih...
nadiem memang reseh kok.
sengaja ga bayar tukin dosen di dikbud.
peduli setan, dg kondisi dia skrg.
gausah ngomongin keadilan, kalau sejak dari pikiran dia ga adil.