@wajiberibadah Sang santri yang tengah membereskan perlengkapan pasca tadarus sore pun, harus memusatkan seluruh atensi untuk kucing pondok yang tak pernah absen mendatangi kamarnya.
"Miqnyan... laper ya...?" Tanyanya lembut seraya memeluk bola bulu oranye yang mengeong manja padanya.
@wajiberibadah Geleng perlahan. Sejatinya hanya ingin ganggu kawannya saja tanpa alasan. Perasaan yang aneh nan tak bisa diri deskripsi, namun senang kala perhatiannya ditangkap oleh Miqdad.
“Butuh main sama mas, mungkin...?” jawab asal bunyi. “Mas mau cari takjil gratis gak nanti sore...?”
@royalekristall Hela napas pendek, sebelum tatap lawan bicara. “Nabil jadi mau belajar masak resepnya mbak Astrid juga... buat dikasih ke abi...”
Digulungnya lengan, sembari bersihkan sisa-sisa 'kecelakaan' yang dirinya buat. Lebih mirip TKP bekas perampokan dibandingkan dapur, jujur.
@wajiberibadah “pakai saus mungkin enak... boleh coba juga sosisnya? Atau kalau ada yang mas Miqdad suka lagi, Nabil mau coba deh...”
Mengabaikan tatapan bapak penjual yang tengah senyam senyum tatap lengan yang bertengger melingkari pundaknya. Memang ada yang salah, ya...?
@wajiberibadah “Assalamu'alaikum, mas... mau izin coba jajanannya, ya...” maaf kalau kaku, ia memang jarang bicara dengan penjual kaki lima begini.
Ditawari pilihan lainnya, membuat Nabil bertopang dagu bingung,