@teardi_@sudiyah262 Haha, santai, ga perlu 'punteun' dlm diskusi.. dari awal, kubangun thought experiment dg simulasi.
Peci (atribut)= produk A
Kecerdasan= produk K
Masyarakat= market
Pemilu= Bazaar
Tergantung kita utk "drive market", mau surplus A atau K?
@teardi_@sudiyah262 Premis2 diskusi kita, dlm konteksnya ga ada pasarnya. Produk utamanya kebijakan. Kenapa ngga dibangun atas dasar rasionalitas, sekaligus mencerdaskan bangsa kita, bukan makin membangun sentimen emosional menilai.
@teardi_@sudiyah262 Dasar logika hukumnya, hak warga negara tho.. bukan "kewajiban"..
Hak mu yg mana yg dilanggar? Hak mu menuju Tuhan berkurang atau bertambah dengan aksi/ekspresi orang? Kuyakin ngga selemah itu dong imanmu
@teardi_@sudiyah262 Membangun pertanyaan atas situasi, tepat dulu, baru membangun kesimpulan dg logika.
Misal, damprat online itu kan di ruang "pasar".. ada yg pro dan kontra. Bahkan, kontra pun karena apa? Kegagalan berpikir?
Kalau ada pasal penistaan, itu berarti menghina kecerdasan manusia. Dikira Tuhan dan cara kita menyembah diganggu dengan cara pandang mereka? Menghina sekali...
@teardi_@sudiyah262 Mengekspresikan diri kan bagian hak yg diatur dlm UU psl 28. Pasti ada kepentingannya, kita pke baju batik atau baju pesta ada tujuan &kepntingan. Cerdas kan tugas setiap manusia. Katanya Khalifah.
@teardi_@sudiyah262 Peci itu simbol identitas yg berangkat dari fungsi spiritual "penutup kepala".. ada blangkon, sorban, bahkan topi koboi sekalipun. Tidak fair menghalangi kemerdekaan berkspresi orang lain dg dalil kemalasan berpikir.
#RekanCommuters Berikut nomor layanan khusus pengguna jasa dengan disabilitas di nomor 0812 9660 5747 yang dapat dihubungi melalui telepon, SMS dan layanan WhatsApp untuk bantuan saat menggunakan KAI Commuter.
#GayaGenerasiUrban
Pemuda adalah nafas, gerak, dan nalar sebuah bangsa...
Tanpa adanya jiwa-jiwa pemuda yang merdeka dan cinta tanah air, bangsa kita akan mati.
#selamatharipemuda
Jika menurut bung konflik tersebut hanya karena hoax satu orang, tanpa ada problem mendasar lainnya, maka bung menganggap mereka tidak bisa mikir sehingga dg mudah terpapar hoax.
Mari kita atasi persoalan di Papua dgn cara konstitusional & damai. Kita bisa belajar dr bagaimana Spanyol menangani isu Catalonia ..bukan spt Yugoslavia yg berdarah2 hingga pecah berantakan