Hanya aku dan tuhan saja lah yang tahu bagaimana aku mempertahankan, memperjuangkan serta menahan tangisan ku di depan khalayak ramai, sementara yang lain mengatakan untuk lepaskan saja.
Semakin besar aku semakin mengerti bahwa menyakiti seseorang itu mata pisaunya ada dua. Yang satu tepat sasaran tapi yang satu sangat erat kita genggam.