Buat gue, cowok yang chat isinya cuma
“Aku udah di rumah ya.”
“Kamu lagi apa?”
“Udah makan belum?”
“Aku baru bangun.”
terus diulang dengan pola yang sama setiap hari tanpa ada percakapan yg berkembang, it’s emotionally draining
We’re adults, not SMP kids. A conversation should build connection, not feel like you’re replying to the same script every single day
@frliiiii kak semoga kita juga bisa menyusul ketertinggalan dengan usaha kita sendiri 🫶 walaupun males dengerinnya krn mereka selalu menyindir knp blm kerja knp kerja itu lawak bgt dibandingin sama org yg emg punya ordal wkwk
WN(Lain):
Jarak antara kamu dan mimpimu adalah usaha dan do'amu.
WNI:
Jarak antara kamu dan mimpimu ada pemerintah korup, pajak yang merampok, kemiskinan struktural, ketimpangan literasi, ketimpangan kesempatan antar kelas, kebijakan publik kontra rakyat, usaha, baru do'a.
Kakak laki-lakiku full provide istrinya, ga cuma provide finansial doang, kerjaan domestik dia tanggung
Masak, nyuci, bersih-bersih, ngajarin anak belajar, belanja etc semua pokoknya dia yang kerjain, ga ada paksaan
Pas ngeliat istrinya nyusuin anaknya dia ngomong gini
"Semua yang gua lakuin rasanya ga akan pernah cukup buat nandingin pengorbanan istriku yang jahitannya aja belum kering tapi tiap 2 jam sekali harus bangun nyusuin anak"
Ada mahasiswa UI tahun 2018 skripsinya bahas brengseknya management kebun binatang Surabaya.
8 tahun kemudian baru dibongkar.
Bukti nyata kalo di indonesia penelitian tuh ya cuma penelitian. Gak jadi bahan kajian atau bahan evaluasi.
Pantes negaranya mundur.
Bikin program aja hasil dari wangsit.