Kenapa ya sekarang.. sekolah negeri yang gratis semakin sepi peminatnya?
Jawabannya sebenarnya sederhana bangett🙏🙃
Biaya sekolah swasta rata-rata 4,4 kali lebih mahal daripada sekolah negeri (Rp7,1 juta dibanding Rp1,6 juta per tahun).
Tapi tetap saja, banyak orang tua memilih membayar mahal daripada memasukkan anak ke sekolah gratis.
Bukan karena mereka anti gratis…
Melainkan karena di sekolah negeri, kelas sering penuh sesak dengan 30 anak lebih, fasilitasnya pas-pasan, dan anak kurang mendapat perhatian penuh.
Sementara di sekolah swasta, anak lebih terurus, lingkungannya lebih nyaman, dan orang tua merasa tenang.
Orang tua lebih memilih membayar demi masa depan anaknya, bukan sekadar menghemat uang recehan.
Yang seharusnya kita pertanyakan bukan “kenapa sekolah gratis kurang diminati”, tapi mengapa anggaran pendidikan yang begitu besar setiap tahunnya belum mampu membuat kualitas sekolah negeri jauh lebih baik?
Gratis itu baik. Tapi gratis tanpa kualitas yang memadai, tetap saja tidak cukup.
Rakyat hanya ingin yakin bahwa pajak yang mereka bayar benar-benar digunakan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
PRESIDEN PERNAH BILANG: “GA ADA YANG LEBIH GENTING DARI PERUT LAPAR”
TAPI SIAPA YANG BIKIN PERUT ITU LAPAR?
PERUT LAPAR LAHIR DARI KORUPSI, KEBIJAKAN YANG SALAH, DAN KEKUASAAN YANG GAGAL MENGURUS RAKYAT NYA
PERUT LAPAR KARENA SISTEM YANG TERUS MEMPRODUKSI KELAPARAN
Back to this:
Imagine your wife winning PS5 at the office and she gives another man at the office with smiles and pictures.
And she comes home to tell you then gaslight you that you're overreacting when you complain.
I swear she hates you.
💚 setelah liat berita warga aceh patungan bikin jembatan, kayaknya prabowo cukup 1 periode aja deh jadi presiden, udah cukup kayaknya. makin kesini ngerasa makin sengsara :')
Tapi bener loh, even di MK PIO persoalan karyawan gen Z ini pernah jadi topik sangking ‘anomalinya’. Tapi setelah diskusi, gen Z itu bukan anomali. Tapi kebanyakan :
-Harus tahu arahan dan jobdesk yang detail
-Cuma akan ngerjain jobdesk
-Menjunjung tinggi life balance
-No carmuk
I pernah baca yang manusia memang kena kerja sebab kerja tu provide purpose dan tujuan dalam hidup.
Kalau terlalu lama tak kerja, manusia akan cari & buat kerja sendiri, just to fill the void.
And the irony is, having jobs and being busy, make us more appreciative toward mundane and small things.
Benar kata Dokter Gia, anxiety sering muncul karena terlalu memikirkan masa depan, sedangkan depresi sering berkaitan dengan terlalu terfokus pada masa lalu.