aku percaya, uang yang aku keluarkan untuk kebahagiaanku, pasti akan dibalikkan dengan yang lebih lagi karena aku sudah berhasil membahagiakan diri sendiri 🥺🤍
kalau minta jodoh sama Tuhan jangan nanggung, minta yang financialnya berkecukupan, cintanya ugal ugalan ga pelit, ibadah lancar, ga perhitungan, setia, tau cara menghargai kamu, dan mau mengusahakan kamu
hidup terlalu berharga buat dihabisin sama orang yang datang cuma buat ngajarin sakit hati
aku bakal bantu jelasin apa yang sebenarnya terjadi sama negara kita saat ini, dengan bahasa yang awam supaya kalian bisa paham.
per hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah di angka Rp 17.800, menyentuh angka paling tinggi sepanjang sejarah.
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
Pernah nggak sih kalian datang ke masjid dengan niat pengin sholat berjamaah, hati sudah manteb, langkah sudah sampai saf… ehhh, pas imam baca surah setelah Al Fatihah malah surat yang dibaca panjang banget. Saking lamanya kalian mulai kurang khusyu dan mulai bertanya “Kenapa lama banget ya?”
Tenang, perasaan seperti itu cukup manusiawi. Banyak orang pernah mengalaminya, terutama ketika badan lelah, pikiran penat, atau belum terbiasa menikmati sholat dengan tempo yang tenang.
Kadang masalahnya kita itu datang ke sholat membawa hiruk pikuk dunia di kepala kita kayak tugas lah, kerjaan yang belum beres lah, masalah rumah lah, bahkan badan yang lagi capek. Saat imam membaca lama, yang terasa bukan nikmatnya ayat, tapi justru capeknya berdiri. Padahal bisa jadi masalah utamanya bukan pada lamanya bacaan imam, tapi karena hati kita belum benar-benar “masuk” ke dalam sholat. Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa sholat itu tempat ketenangan. Beliau bersabda, “Dijadikan penyejuk mataku dalam sholat.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i). Artinya, bagi orang yang hatinya terhubung, sholat justru jadi tempat istirahat, bukan beban.
Namun Islam juga agama yang penuh keseimbangan dan kasih sayang. Rasulullah pernah menegur sahabat yang memimpin sholat terlalu panjang sampai memberatkan makmum lhoo. hadistnya begini:
Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata : “Seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Sungguh aku tidak ikut shalat shubuh (berjamaah) karena si fulan (imam) membaca surat yang terlalu panjang”, dan aku tidak pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah di saat memberikan nasehat melebihi kemarahan beliau di hari itu, beliau bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang yang membuat orang menjauhi agama Allah maka barangsiapa di antara kalian menjadi imam hendaklah meringankan (shalatnya) karena di belakangnya ada orang yang sudah tua, anak-anak, dan orang yang mempunyai hajat”
H.R. Bukhari no hadist :6110 dan Muslim no hadist: 466
Jadi kalau kita ngerasa berat pas imam membaca lama, jangan langsung menyalahkan diri sendiri atau imamnya. Anggep aja moment itu sebagai latihan sabar dan latihan hadir dalam ibadah, atau simplenya latihan untuk khusyu. Fokuskan telinga ke bacaan imam, resapi ayatnya walau tidak paham semua artinya, atur napas, dan ingat bahwa kita itu sedang berdiri di hadapan Allah. Beberapa menit berdiri di hadapan Allah jauh lebih berharga daripada lama berdiri menunggu hal duniawi. Kadang yang terasa berat di awal justru menjadi manis ketika dibiasakan.
Dan kalau memang kondisi badan sangat lelah atau sedang kurang fit, Allah juga tahu keadaan hambanya. Tidak semua orang punya kapasitas yang sama setiap hari. Yang penting, jangan sampai rasa berat itu membuat kita menjauh dari Sholat. Bisa jadi, sholat yang terasa lama itulah yang justru paling banyak pahala dan paling dibutuhkan hati kita saat itu.
bisa bisanya dulu gua mikir umur 25 udh nikah dan udah punya segalanya, ternyata umur segitu baru mulai hidup... WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKKWKWKWKWKWKKWKWKWKWKWKW
Yes. Ga cuma pekerjaan saat ini, tapi orang2 yg bersama kita saat ini, tempat kita berada saat ini, semua terhubung begitu presisi sehingga kejadian demi kejadian bisa terjadi.
Begitulah pengejawantahan takdir.
Dan apa yg menghubungkan itu semua? Jawabannya adalah waktu.
Kamu tahu nggak?
Ada yang disebut ‘intermittent misanthropy’ (semacam tiba-tiba nggak suka sama orang lain).
Ini kondisi saat tiba-tiba kamu merasa nggak suka sama diri sendiri dan orang-orang di sekitar, nggak pengen balas chat, nggak pengen bersosialisasi, cuma pengen sendiri.
Sebenarnya ini bisa terjadi karena kelelahan secara mental (overload).
Saat interaksi sosial sudah terlalu banyak, tubuh akan ‘switch’ ke mode istirahat buat mengembalikan energi.
Gue suka banget sama statement ini nih:
Sebenarnya pekerjaan yang lagi lo tekunin sekarang itu adalah hadiah terbaik yang Allah kasih khusus buat lo. Makanya lo ditakdirin berada di posisi ini, meskipun dari sananya bukan bidang atau pilihan lo sama sekali.
Lanjut...
Baru tau ternyata kalo orang-orang menghilang dari sosmed itu mereka ga sama sekali ngilang. Mereka tetep scroll sosmed, cuma mereka ga ada interaksi aja