hanya tempat nulis random, bukan akun pendidikan,
manusia biasa, jangan kaget kalo ada konten dewasa lewat, berhenti mengaitkan pornografi dan pola pikir orang
🚨 Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Nola Dya Sari, korban ke-5 dari peserta Koperasi Desa Merah Putih meninggal.
Nola meninggal disebabkan sesak nafas. Sempat dilarikan ke RSUD Abdul Aziz, tp tidak bs dipulihkan.
TOTAL ADA 5 ORANG MENINGGAL ASTAGFIRULLAH
#IndonesiaGelap
Korban masing-masing akan mendapatkan santunan 50 juta, selain itu proses pemulangan hingga pemakaman juga ditanggung Kemenhan. Cuma agak tergelitik aja, para calon manajer kopdes kalo keluar bisa terkena denda 100 juta, pas meninggal saat pelatihan, santunan 50 juta. Terlepas itu nyawa hilang tak akan kembali, seharusnya Komnas HAM dan kementerian HAM bersuara terkait ini 🤨
🚨 List 3 nama peserta yg meninggal dlm pelatihan militer Koperasi Desa Merah Putih.
Semoga Alm & Almh diterima di sisi-Nya
Meanwhile respon pemerintah & Prabowo be like:
- "Yang meninggal dunia cuma 0,01% kok, ga usah ribut."
- "EMANG GUE PIKIRIN"
Hina banget jadi WNI 😭😭
Saya dan suami niat ke Papua jadi dosen karena kampusnya menawarkan beberapa privilege yang tidak ada di Jawa, ternyata kampusnya menipu. Sekarang saya dan suami jobless.
Jadi, saya jual buku-buku ini demi bertahan hidup sehari-hari. Pengiriman dari Surabaya. Koleksi pribadi.
Guys, ini salah satu berita yang menurut gue paling mengerikan yang keluar hari ini dan bukan karena dramatis, tapi karena implikasinya sangat nyata terhadap keselamatan jutaan anak Indonesia.
BPOM secara resmi mengakui di depan DPR:
mereka belum pernah melakukan
sampling makanan MBG.
Sama sekali.
Karena tidak ada anggaran.
Mari kita letakkan ini dalam konteks yang benar:
Program MBG sudah berjalan berbulan-bulan.
Sudah menjangkau 27.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Sudah menyerap Rp60 triliun anggaran.
Dan selama itu semua tidak ada satu pun sampel makanan yang diuji oleh BPOM.
Tidak ada verifikasi independen bahwa makanan yang masuk ke mulut anak-anak kita itu aman.
Tidak ada pengujian laboratorium resmi.
Tidak ada audit kualitas dari lembaga yang berwenang.
Dan angkanya membuat gue tidak habis pikir:
MBG: Rp60 triliun sudah terserap.
Hampir Rp1 triliun per hari.
Anggaran BPOM untuk mengawasi program ini yang tersedia saat ini: Rp2,9 miliar.
Bukan Rp2,9 triliun.
Bukan Rp2,9 miliar per bulan.
Total Rp2,9 miliar.
Perbandingannya:
anggaran pengawasan keamanan pangan untuk program yang menelan Rp60 triliun hanya 0,005% dari total anggaran program itu sendiri.
Dan kondisinya lebih buruk dari sekadar kekurangan anggaran:
BPOM sebelumnya sudah mengajukan anggaran Rp196 miliar untuk pengawasan MBG.
Sudah disetujui.
Tapi kemudian ada kewajiban pengembalian dana ke bendahara umum negara artinya dana itu dipotong dan tidak bisa digunakan.
Ada juga dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui Komisi IX DPR tapi sampai hari ini belum bisa dieksekusi karena masih menunggu tahapan administrasi yang entah kapan selesainya.
Jadi BPOM punya anggaran di atas kertas tapi tidak bisa digunakan.
Sementara makanan untuk jutaan anak terus dikirim setiap hari tanpa pengujian.
Dan ini yang paling ironis:
Kepala BPOM Taruna Ikrar bilang mereka sudah melatih 32.000 lebih tenaga ahli untuk mengawasi SPPG.
Tapi tidak ada anggaran untuk mengambil dan menguji satu pun sampel makanan.
Jadi kita punya 32.000 orang terlatih tapi tidak ada alat ukur yang bisa membuktikan bahwa makanan yang mereka awasi itu aman.
Itu seperti punya 32.000 dokter tapi tidak ada satu pun alat diagnosa.
Mereka bisa melihat.
Tapi tidak bisa membuktikan.
Konteks yang membuat ini semakin mengerikan:
Kita sudah tahu bahwa 6.457 orang dilaporkan terdampak keracunan MBG angka yang BGN sendiri laporkan ke DPR.
Belatung ditemukan dalam makanan MBG dan diakui sendiri oleh Hashim Djojohadikusumo.
Kasus keracunan terjadi di Duren Sawit, Bantul, dan berbagai daerah lain.
Dan selama semua itu terjadi lembaga yang seharusnya bertugas memverifikasi keamanan pangan itu tidak pernah melakukan satu pun uji sampel karena tidak ada anggaran.
Yang tidak masuk akal dari seluruh situasi ini:
BGN punya anggaran untuk:
Motor listrik Rp1,2 triliun
Digitalisasi Rp3,1 triliun
Semir sepatu Rp1,25 miliar
Sikat semir Rp272 juta
Tapi BPOM lembaga yang bertugas memastikan makanan itu tidak meracuni anak-anak hanya tersisa Rp2,9 miliar yang bisa digunakan.
Prioritas anggaran ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas tentang apa yang dianggap penting dalam program ini dan apa yang tidak.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu — Selama berbulan-bulan program MBG berjalan tanpa pengawasan sampling BPOM, siapa yang bertanggung jawab memastikan keamanan pangan dari 27.000 SPPG itu?
Dua — Apakah BGN tahu bahwa BPOM tidak bisa melakukan sampling karena tidak ada anggaran? Kalau tahu — kenapa tidak ada tindakan untuk mengalokasikan anggaran yang memadai?
Tiga — Apakah 6.457 korban keracunan itu bisa dicegah kalau sampling BPOM berjalan sejak awal? Tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti.
Tapi pertanyaannya sangat valid dan harus ditanyakan.
Empat — Dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui tapi belum bisa dieksekusi apa yang menghalanginya dan siapa yang bertanggung jawab atas kemacetan administrasi itu?
Bottom line:
Indonesia menjalankan program makan gratis terbesar dalam sejarahnya dengan anggaran hampir Rp1 triliun per hari tanpa pengujian keamanan pangan yang independen.
Bukan karena teknologinya tidak ada.
Bukan karena BPOM tidak mau.
Tapi karena anggarannya tidak tersedia sementara di sisi lain uang mengalir untuk motor listrik dan semir sepatu.
Ini bukan kelalaian kecil.
Ini adalah kegagalan sistemik dalam memprioritaskan keselamatan anak-anak di atas kepentingan pengadaan dan administrasi.
Dan yang paling mengejutkan dari semua ini bukan fakta bahwa BPOM tidak punya anggaran.
Yang paling mengejutkan adalah bahwa program senilai Rp60 triliun ini diizinkan untuk terus berjalan hari demi hari tanpa mekanisme pengawasan keamanan pangan yang paling dasar sekalipun.
atau ini bukan program makan bergizi
atau cara menghabiskan anggaran dengan gaya??
Guys, ada dokumen rahasia Amerika yang bocor dan isinya bikin gue geleng-geleng.
Amerika sedang mengupayakan akses penerbangan militer permanen melewati wilayah udara Indonesia.
Dan Prabowo disebut sudah menyetujuinya.
Kronologinya:
Februari 2026 Prabowo ke Washington untuk hadir di Board of Peace.
Dalam pertemuan bilateral dengan Trump menurut dokumen rahasia AS yang bocor ini Prabowo menyetujui proposal pemberian akses overflight blanket untuk pesawat militer Amerika melewati ruang udara Indonesia.
26 Februari Departemen Pertahanan AS mengirimkan dokumen resmi berjudul "Operationalizing U.S. Overflight" ke Kementerian Pertahanan Indonesia.
13 April hari ini Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan ke Washington untuk menandatangani perjanjian ini dengan Menhan AS Pete Hegseth.
Isi perjanjiannya:
Bukan sistem izin kasus per kasus.
Tapi sistem notifikasi sekali diaktifkan, pesawat militer Amerika bisa langsung melintas hanya dengan pemberitahuan.
Tidak perlu izin setiap kali.
Ada hotline langsung antara US Pacific Air Forces dan pusat operasi udara Indonesia.
Intinya:
Amerika bisa gerakkan pesawat militernya melewati Indonesia kapanpun dibutuhkan untuk operasi darurat, respons krisis, atau latihan militer bersama.
Kenapa ini masalah besar:
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara non-blok.
Bebas aktif.
Tidak berpihak pada kekuatan militer manapun.
Perjanjian seperti ini kalau benar secara de facto menempatkan Indonesia dalam orbit militer Amerika. Bukan sebagai sekutu resmi.
Tapi dengan konsekuensi yang hampir sama.
Ruang udara Indonesia itu strategis luar biasa. Terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Jalur laut dan udara paling penting di kawasan. Kalau Amerika punya akses permanen di sana mereka bisa proyeksikan kekuatan militer ke seluruh Indo-Pasifik dengan jauh lebih mudah.
Dan China tahu itu.
Dan China pasti tidak akan diam.
Yang paling ironis:
Prabowo selama ini dikenal sebagai sosok yang paling keras soal kedaulatan.
Yang paling sering bicara soal tidak mau didikte asing. Yang menulis buku tentang betapa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri.
Kalau dokumen ini benar maka perjanjian ini adalah kontradiksi paling telanjang dari semua narasi itu.
Bukan hanya membuka pintu untuk asing. Tapi membuka pintu lebar-lebar.
Dengan sistem yang sekali diaktifkan Amerika bisa masuk kapanpun tanpa izin tambahan.
Sampai berita ini ditulis tidak ada konfirmasi resmi dari Washington maupun Jakarta.
The Sunday Guardian sudah menghubungi semua pihak terkait tapi belum dapat respons.
Kalau ini benar Indonesia baru saja membuat keputusan geopolitik terbesar dalam beberapa dekade.
Tanpa debat publik.
Tanpa persetujuan DPR.
Tanpa transparansi apapun.
Dan yang menandatanganinya adalah orang yang selama ini paling keras berteriak soal kedaulatan.
Antek antek asing
Lagi dan lagi, Apa tidak sayang dibuang buang gini.
Pemandangan memprihatinkan ditemukan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rawajitu Selatan.
panas sekali
Tidak menyebut negara mana pelakunya, hanya mengecam keras tanpa tujuan yang jelas. Inilah sikap pemimpin bacol hanya berani keras ke rakyat sendiri tapi lunak kepada luar. Kau mantan jendral Kopasus tapi nyali kau tak sesangar cerita yang beredar. Kupikir kau singa untuk bangsa ini ternyata kau tak lebih dari sekedar keledai Dimata Netanyahu. Kau takut menyebut negara yang membunuh anak bangsa mu. Setega itu kau Prabowo . Aku kecewa💔
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
di thread ada yang nyari babysitter dengan persyaratan pegang sertifikasi apa gitu, bisa p3k dan cpr, bisa matematika karena sekalian bantu anaknya calistung. gaji 8jt/bulan.
yang ngelamar… para dokter. dokter igd, dokter icu, dokter umum.
ada yang heran dan nanya: semenyedihkan itukah gaji dokter sampai mau jadi babysitter?
dijawab sama salah satu dokter: iya.
🥲
Saya bersilaturrahim dengan 11 pondok pesantren dan sekolah Islam secara random di Jawa dan Sumatera yg badan hukumnya (yayasan) menjadi mitra pengelola program MBG. Pada kesempatan terpisah, saya beserta tim berbincang dengan para gurunya.
Data sementara:
Dari 11 pondok pesantren dan sekolah Islam tersebut, hanya 1 lembaga yg menaikkan gaji atau tunjangan para gurunya (yg juga di bawah upah minimum). Itu pun kenaikan 'hanya' Rp 50.000 per bulannya. 10 lembaga lainnya tidak.
Saya mengurut dada.
Kemarin, secara tak sengaja saya melihat (karena ada business meeting) ternyata ada pertemuan yg digelar di Ballroom Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah Bekasi oleh Badan Gizi Nasional. Saya kemudian menyengaja shalat zhuhur di musholla samping ballroom tersebut. Memperhatikan makanan buffet, batik, sepatu, jam tangan hingga clutch beberapa peserta. Akhirnya menyengaja pula jalan kaki mengitari parkiran hotel tersebut yg lahan parkir luasnya penuh dengan kendaraan roda 4 para peserta yg adalah mitra. Tampak banyak kendaraan baru ternyata.
Ada juga yg tidak makan di ruang ballroom bergabung bersama dan memilih untuk makan di Gendis Restaurant di samping resepsionis/lobi utama. Berbayar sendiri tentunya.
Sekitar jam 14 saya pulang dengan tangisan dan ingatan wajah para guru, Asatidz dan Ustadzat nan sederhana di hari sebelumnya.
Jangan menyimpulkan apa pun, saya hanya ingin berbagi cerita saja.
@tanyarlfes self acceptance, menerima diri sendiri kalo emg sangean dan pasti butuh ngocok, dari situ pas muncul hasrat atau keinginan buat iloc, hindari pemicunya. kalau menyangkal mulu yang ada malah menyalahkan diri sendiri karena gabisa kontrol.
btw seminggu itu udah interval yg bagus
Penyiraman kepada aktivis dan diakui oleh salah satu instansi yang powerful bahwasanya itu adalah anggotanya, itu bukan keterbukaan. Tapi sebuah statement bahwasanya rakyat yang melawan bisa berakhir seperti itu.
Untuk melihat gagalnya Indonesia dalam menanggulangi bencana lihat aja bagaimana perkembangan bencana di Sumatera. Bayangkan sudah hampir 4 bulan masyarakat terdampak sampai saat ini masih tinggal di tenda pengungsian.....
Lu pasti akan bersyukur banget kalau bisa sekolah gratis sampai sarjana. Sudut pandang lu akan jauh berubah. Peluang lu buat dapatin gaji 2-3 digit jauh lebih besar.
Gue punya temen, 2 orang yg pas SMA berbanding terbalik. Sebut saja si A dan si Z.
Si A itu selalu ranking 3 besar di kelas selama 3th. Sementara si Z, bisa masuk 25 besar aja udah syukur. Setelah lulus, si A punya keterbatasan buat lanjut kuliah, sementara si Z punya dukungan finansial yg cukup buat lanjutin.
Akhirnya si A berencana kerja dulu selama 3 th buat ngumpulin duit kuliah, si Z langsung kuliah. Nah di sini titik baliknya terjadi. Si A terlena dengan pekerjaan dan keadaan ekonomi mengharuskan dia tetap terus bekerja. Sementara si Z masih terus berproges dan lulus kuliah.
Sekarang 10th berlalu si A masih jadi pegawai dengan gaji UMR dan belum berhasil lanjut kuliah, sementara si Z udah kerja di sg sebagai it enginer dan sedang lanjutin s2.
Itulah kenapa pendidikan sampai sarjana itu penting, ini akan membuka persaingan yg lebih adil dan menghapus sekat si kaya dan si miskin.