Disini pasien sehari bisa 80 orang, 1 RS cuman 1 dokter. 1 dokter ini ngerangkap di RS lain juga.
Kalau ngikutin teori, 1 orang pemeriksaan & tatalaksana nya bisa >30 menit sendiri. Makanya karena BPJS evidence based medicine, dipangkas waktu nya jadi sedikit = semua pasien bisa terkonsulkan.
Hasilnya? Kurang ketepatan penilaian (bukan salah), kurang pemilihan tatalaksana yang sesuai, kurang bonding ke pasien nya.
Karena apa? Ya karena kegagalan sistem kesehatan yang kaya gini. Obat stock gak banyak, RS rugi terus, pendaftaran 1 hari dibuka bisa >50 orang.
Jujur sebenernya gw mulai mikir jangan-jangan bipolar/bpd dijadiin semacam "lazy diagnosis" biar mereka bisa avoid diskusi lebih lanjut, apalagi psikiater BPJS.
Gimana mau jelas kalo setiap pasien menjelaskan kondisi udah dicap 'lagi manik'
@18fesss Sembuhin dulu, hidup gak ada siapa yang menang siapa yang kalah. Gak ada deadline nya juga.
Nikmatin proses berobat nya sampe bener-bener udah well, baru explore lagi.
Foreplay itu harapan nya = bisa basah. Buat apa? Biar gak ada trauma/lecet pada kelamin waktu lagi HS.
Sensory tiap orang beda-beda. Ada yang dipegang leher nya dikit langsung geli, ada yang dipegang leher nya berkali-kali dia gak geli.
Ada yang baru kissing udah basah, ada yang perlu foreplay dulu biar basah.
Sekarang emang ada inovasi lubricant, beberapa orang merasa ok pake cairan bantuan kaya gitu. Ada yang merasa beli lubricant mahal, dipake juga gak nyaman, jadi cara gratis nya ya dengan foreplay itu.
HS bukan gimana penis masuk ke vagina doang, tapi gimana perempuan sama laki-laki nya itu nyaman tanpa ada rasa sakit/komplikasi berat.
Enggak, apalagi perempuan. Fungsi rambut vagina salah satu nya jadi protector patogen (bakteri/virus). Kalau dipangkas habis = gak ada protector -> lebih risky terkena sakit.
Kalau imun nya bagus, aman aja. Masalahnya kita gatau imun kita bagus/enggak.
Karena gak tau, jadi jangan ngilangin fungsi fisiologis tersebut. Di trim boleh, di wax/dicukur enggak.
menurut aku, date paling romantis tuh after work date. pulang dalam keadaan capek, kepala penuh kerjaan, lalu ketemu seseorang yang bikin semuanya terasa ringan. Di pukpuk, makan bareng, cerita, ketawa. maybe love is simply finding home in someone after a long day.
Lah, Dokter, Perawat, Apoteker, even Nakes lain aja disumpah bahwa ISI rekam medis (termasuk diagnosis) adalah RAHASIA medis. Berkas rekam medis elektrik/fisik punya fasyankes, tapi ISI REKAM MEDIS adalah MILIK PASIEN SEPENUHNYA (tolong dicatat). Kok bisa disclose begini?
laki aku punya jurus titit cakra kembar, jadi kalo lagi ewe, aku rasanya kayak digengbeng.
dia bilang, ini dia pelajari pas nyantri di solo. dia kungkum di grojogan sewu tawangmangu 7 hari 7 malam.
apakah aku percaya? ya tentu tyda.
Orang diem di kanan eskalator, gue bentak.
Orang berhenti mendadak di tengah koridor, gue tabrak.
Orang yg ga bisa tap out lalu diem di gate, gue suruh minggir.
Orang minta kursi padahal lagi ga duduk di prioritas, gue lanjut tidur.
Izin menjelaskan mengenai squirt
Pertama kita harus membedakan dahulu antara 𝗳𝗲𝗺𝗮𝗹𝗲 𝗲𝗷𝗮𝗰𝘂𝗹𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 dan 𝘀𝗾𝘂𝗶𝗿𝘁.
-Female ejaculation berasal dari kelenjar Skene, sering disebut sebagai "prostat perempuan," dan volumenya kecil, biasanya sekitar 1 ml.
-Squirt adalah keluarnya urine dari kandung kemih secara involunter yang bercampur dengan female ejaculation.
Volume squirt bisa sangat bervariasi, mulai dari 1 ml hingga 900 ml. Tapi rata-rata yang terjadi secara alami jauh dari yang digambarkan di pornografi, yang digambarkan sangat-sangat banyak produksinya.
Selain itu, tidak semua perempuan pernah mengalami squirting.
Di Amerika Serikat didapatkan penelitian hanya 40% perempuan dewasa yang pernah mengalaminya dan hanya 7% yang secara konsisten terus mengalaminya setiap berhubungan seksual.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
Salama (2015). Nature and origin of "squirting" in female sexuality.