Seruan yang menarik untuk aksi di Jogja pada hari ini (28/10) adalah untuk menanggalkan masing masing almamater.
Kita tahu, bahwa Jogja merupakan kota pelajar, banyak kampus berdiri di sana, oleh karenanya para mahasiswa berasal dari penjuru seluruh antero Indonesia.
Dengan sebab itu pula, terkadang mahasiswa yang turun ke jalan di Jogja dianggap tidak merepresentasikan/menyuarakan masyarakat Jogja.
Beberapa yang berseliweran di medsos "kan itu bukan orang Jogja" "alah terlalu ndakik-ndakik mahasiswa ini", padahal realitanya banyak juga masyarakat asli Jogja yang juga mahasiswa di kampus tsb
Hari ini, mereka melebur, seruan untuk menanggalkan almamater digaungkan beberapa hari sebelum aksi.
Tujuannya untuk membaur di seluruh kalangan masyarakat, pun juga ingin merobohkan anggapan bahwa keresahan mahasiswa masih terlalu jauh bagi mereka mereka dan kurang membumi.
Hari ini berbeda, para mahasiswa di Jogja akan menanggalkan jasnya, dan akan berbaur dengan buruh, supporter bola, ojol, dan profesi lainnya.
Jaga sesama, tetap kompak, dan semoga ada kabar baik tersiar, egalitarian✊️
APAKAH BUMI AKAN TERJADI SESUATU??‼️ 👀
JEPANG, INGGRIS DAN UNI EROPA mengeluarkan permintaan darurat agar warganya menimbun makanan,air dan persediaan toilet menjelang potensi bencana.