@floomeurs aku juga dapet bioetanol aren. pas pertanyaan keunggulan atau apa gitu dari bioetanol aren terhadap bahan bakar itu aku sempet bingung banget 😭😭 di last minute baru nyadar ada tulisan bahan bakar nya, jadi langsung nyari yg relate
@vanillaa2di5@iLovecoertis kalau dari yang aku pahami iya 😓😓 protagonis itu kan bisa diartikan juga sebagai pemeran utama dalam suatu cerita. jadi aku jawab kugy karena memang dari awal disebutkan cerita ini berpusat di Kugy baru deh ada tambahan keenan dan teman temannya sebagai pendamping
@EditNabel82401 seinget ku yang ditanyain itu tentang mekanisme tubuh merespon kekurangan protein (kalau gk salah). jadi kalau aku dari tubuh > usus > otak > hewan. kalau pengembangan terapi itu udah ga termasuk apa yang ditanyain
Saya mau cerita sedikit tentang anak saya, mahasiswa TRISAKTI yang kemarin ikut demonstrasi. ❤️
Lagi ramai tuduhan mahasiswa yang turun ke jalan itu bayaran 100 ribu. Nah, saya jadi ingin ikut cerita. 😅
Anak saya 19 tahun. Latar belakang pendidikannya dari sekolah internasional, dan sekarang menjadi mahasiswa Universitas Trisakti.
Alhamdulillah, selama ini kami mampu memberikan pendidikan yang baik, kehidupan yang nyaman, dan memenuhi segala kebutuhannya.
Ketika dia bilang ingin ikut demonstrasi, saya tidak melarang. Justru saya SUPPORT PENUH!
Lucunya, bukannya pulang membawa uang, dia malah chat minta emaknya isi e-wallet karena takut ATM-nya dibekukan. YA SAYA TRANSFER DONG! 🤣
Tidak lama kemudian dia mengirim pesan:
“Doain Ma, aku takut asline.” 🥹
Bahkan sempat bertanya, “Nek ditangkep?”
Saya jawab, “Tak bebasin!” 🤣
Sebagai ibu, tentu saya khawatir. Tapi di balik rasa khawatir itu, saya justru merasa bangga.
Bangga karena anak saya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar peduli terhadap apa yang terjadi di negaranya.
Saya bisa memberikan pendidikan terbaik yang saya mampu, kehidupan yang nyaman, dan segala fasilitas yang dibutuhkannya. Tetapi saya tidak ingin semua kenyamanan itu membuatnya tumbuh menjadi manusia yang tidak peduli terhadap keadaan orang lain.
Jadi ketika ada yang begitu mudah menuduh mahasiswa yang turun ke jalan sebagai mahasiswa bayaran, saya cuma bisa tersenyum.
KALAU SOAL SIAPA YANG BAYAR ANAK SAYA, JAWABANNYA SAYA, EMAKNYA SENDIRI! 😭🤣
Saya yang membiayai pendidikannya. Saya yang memberikan uang sakunya. Saya yang mengisi e-wallet-nya. Dan saya pula yang deg-degan menunggu dia pulang.
Tapi satu hal yang tidak pernah saya beli adalah HATI NURANINYA.
Anak saya tidak perlu turun ke jalan demi uang 100 ribu. Dia ikut karena punya kepedulian dan ingin menyuarakan aspirasi yang diyakininya.
Tidak semua anak yang hidup berkecukupan tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Dan tidak semua mahasiswa yang turun ke jalan pantas dituduh bayaran.
Bagi saya, keberhasilan mendidik anak bukan hanya ketika kita mampu memberikan kehidupan yang nyaman, tetapi ketika di tengah segala kenyamanan itu, anak tetap memiliki empati terhadap kehidupan orang lain.
Dari seorang ibu yang bangga, sekaligus deg-degan menunggu anaknya pulang dengan selamat. ❤️
UANG SAKUNYA DARI EMAKNYA, TAPI IDEALISME DAN HATI NURANINYA MILIK DIA SENDIRI! 🇮🇩❤️
#trisakti
buah, daging, sayur mahal di negara tropis. ikan mahal di negara maritim. minyak goreng mahal di negara sawit. penghasilan rendah di negara kaya sumber daya. wkwkwk, what a country 🥰
Nyoblos di tps ga sampe satu jam,
cuma pas salah nyoblos jadinya karhutla, ihsg jeblok, keracunan mbg, kopdes dikuasai militer, bbm langka, blackout di berbagai daerah, kenaikan harga pangan, susahnya lapangan kerja, diledekin presiden sendiri, rupiah 18rb. damn
lucu, mahasiswa demo dipersoalkan etikanya, sementara pemimpin bercanda di tengah penderitaan rakyat, gubernur bilang “bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi” dan presiden melontarkan kata “goblok”. jadi, etika cuma berlaku buat mahasiswa? para penguasa free style aja?
Bare minimum tapi terkesan mewah buat WNI :
- Pemerintahan yg baik
- Pendidikan yg berkualitas
- Kerja dgn gaji yg layak
- Udara yg bersih
- Layanan kesehatan yg lengkap
- Transportasi publik yg bagus