@labewbeww@Siapahayooo39 Bikin account cuman buat hate on LGBTQ wkwkwk
Are you projecting dude?? Katanya ya semakin org homophobic semakin tinggi probabilitynya kalau kamu itu closeted gay
It's fine to be gay my man, love yourself okay ๐ซถ๐พ๐ณ๏ธโ๐
@tripodjepang@logos_id Gk ada yg bawa" tusbol tiba" lo bawa.
Mungkin anda yg pengen tusbol. Atau di tusbol ๐ค hmm sus.. gpp Kok bro
Trus knp kalo mereka tusbol? Yaudah lah ya, agama lo ngelarang? Siapa tau mereka gak dilarang. Ibarat Kata lo marahin gue mkn Babi padahal gak ada yg ngelarang gw kocak.
lebih tepatnya gender, bukan kelamin. kelamin tetap dua, gender yang ada 5.
Oroane: laki-laki tulen dengan sifat dan peran maskulin.
Makkunrai: perempuan tulen dengan sifat dan peran feminin.
Calabai: secara biologis dia cowo, tapi peran dan gaya hidupnya feminin.
Calalai: kebalikan Calabai. secara biologis dia cewe, tapi peran fan gaya hidupnya maskulin.
Bissu: ini digolongkan sebagai pemuka spiritual yang dianggap sebagai kombinasi dari keseluruhan spektrum gender. mereka melambangkan manusia yang utuh secara spiritual.
Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami:
1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan.
2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami.
3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah).
4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan.
Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat.
Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat.
Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah.
โSaya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903)
Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya.
Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu.
Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun.
Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan).
Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga ๐น๐ท๐ผ๐๐บ๐ธ๐ชป
Indonesian newspaper @tempodotco has just released a series of exposรฉs of the inner workings of Indonesian diplomacy within the Indonesian Ministry of Foreign Affairs @Kemlu_RI under Prabowo's administration
I will summarise and point out their key findings
A THREAD
Mau tau seberapa besar jurang ketimpangan di Indonesia?
Bayangin ada 100 potong ayam goreng KFC buat 100 orang.
Idealnya, satu orang dapat satu potong.
Tapi di Indonesia:
- 1 orang ambil 50 potong buat dia sendiri
- 9 orang berikutnya masing masing dapat 2 potong
- 40 orang berikutnya harus berbagi 18 potong, per orang bahkan kurang dari setengah potong
- sementara 12 potong ayam sisanya harus diperebutkan 50 orang terakhir, masing-masing cuma dapat suwiran daging yang nempel tulang atau bahkan cuma kebagian tulang yang tercecer.
@HasanAbiUpdates Gaza being bombarded. Israel has the right to defend itself.
Kaya yelps. It has to be a shock collar and Hasan needs to be cancelled.
Y'all insane for no reason
@geminrikilner Si paling baca emang wkwwk
Eh tempat baca "estetik" itu bukan cuman buat baca. Baca mah sambil boker juga bisa. Ini itu juga jadi tempat diskusi, book club, space writer konek sama pembaca. Cari temen yg hobby sama juga bisa.
Kalo lo introvert silahkan baca sendirian
@childejc@powerbottomdad1 I know I hate it too when people twist the Nazi salute to be a fascist symbol.
Adolf was simply giving out his heart to the German people, he is a bit acoustic so it does look weird. But he meant well ๐
@ElmaRyder@JotadoDaGoatado@CrispyRebellion@RamAbdu Poor = no phone is funny. Bro the hobo down the street has better phone than me ๐
Phone is essential in your daily life + Cheap Chinese phone is like everywhere my man + they have electricity in refugee camps.
They're poor, not living in a stone age unlike you a troglodyte
@kegblgnunfaedh Lah yg Salah bukan anaknya tapi yg nyebar videonya. Ngapain Malu nemenin anaknya, yg ada Dia marah Sama pelaku penyebar yg jelas jelas pelanggar hukum