Manifesting semoga Mei 2026 ini aku bisa nikah sama laki2 yang siap menjadi suami dan ayah. Laki2 yang siap menjadi kepala keluarga dan imam. Laki2 yang tidak patriarki dan bisa memprovide kebutuhan keluarga, sehingga aku bisa fokus dalam merawat suami dan anakku.
Ada penggalan kalimat menarik di dua video ini.
Video 1: "Jadi menurutmu mas kalo wartawan gak kompeten?".
Video 2: "Maksudmu, ustad gak pintar?".
Nah, persamaannya kedua-duanya trmsuk straw man dlm kerangka cacat berpikir. Sdangkn perbedaannya, yg satu goblok natural, yg satu dibungkus dlm komedi.
Guys, ada analisis dari Rocky Gerung yang menurut gue paling tajam dan paling berani tentang dua hal yang terjadi bersamaan minggu ini penangkapan kepala BGN dan kondisi Indonesia di tengah tekanan geopolitik global.
Dan yang menarik:
Rocky bicara ini langsung dari depan White House di Washington DC.
Bukan kebetulan karena konteks globalnya sangat relevan dengan apa yang sedang terjadi di dalam negeri.
Pertama tentang penangkapan kepala BGN yang Rocky langsung komentari:
"Korupsi di MBG itu betul-betul memperlihatkan bahwa kepekaan terhadap orang miskin bahkan diabaikan hanya karena keserakahan.
Astraekonomiks itu ada di sekitar kiri kanan muka belakang dari Prabowo."
Rocky menggunakan istilah astraekonomiks merujuk pada lingkaran orang-orang serakah di sekitar presiden yang justru Prabowo sendiri sering sebut sebagai musuh yang harus diberantas.
Dan dia menambahkan dengan kalimat yang menurut gue paling menohok:
"Prabowo bilang akan kejar koruptor sampai Antartika. Sekarang yang dikejar ada di sekitar kita sendiri lebih baik ke 'antara kita' dulu sebelum ke Antartika, Pak Presiden."
Dan ini tentang apakah penangkapan ini tanda keseriusan Prabowo:
Rocky memberi analisis yang tidak hitam putih dan ini yang paling jujur dari seluruh komentarnya.
Dia mengakui ada yang positif:
ada konsistensi Prabowo mendengarkan tekanan publik. Penangkapan kepala BGN.
Kasus Andre Yunus yang dikembalikan ke peradilan umum setelah tekanan masyarakat sipil.
Tom Lembong yang mendapat perhatian.
Tapi Rocky menekankan satu hal yang sangat penting:
"Kalau enggak ada tekanan publik Presiden
tidak akan bereaksi radikal.
Ini kemenangan masyarakat sipil
bukan inisiatif presiden."
Artinya: penangkapan ini bukan bukti bahwa sistem sudah berjalan dengan sendirinya.
Ini bukti bahwa tekanan dari luar masih menjadi faktor penentu apakah presiden bergerak atau tidak.
Dan selama itu masih menjadi pola maka harapan itu ada tapi sangat bergantung pada seberapa keras suara publik terus berbunyi.
Dan ini tentang masalah struktural terbesar yang Rocky identifikasi:
Rocky melihat ada gap yang sangat berbahaya antara presiden dan kabinetnya.
Prabowo terbang ke sana sini bertemu Putin, Xi Jinping, Trump. Bermain di level geopolitik internasional yang sangat tinggi. Itu sah dan bahkan diperlukan.
Tapi di dalam negeri kabinetnya tidak beroperasi pada level yang sama.
Menterinya bicara semau-maunya tanpa koordinasi. Kebijakannya tumpang tindih.
Dan yang paling parah:
setiap kali ada kekacauan dari kebijakan menteri yang harus turun tangan membatalkan adalah presiden sendiri.
"Ada jarak antara kecerdasan dan kecerdikan presiden yang bolak-balik ke luar negeri dengan yang tidak dipahami oleh lingkungan di sekitarnya."
Dan solusi Rocky sangat tegas:
"Presiden harus ubah 75% kabinet.
Radical break. Karena tanpa itu semua momentum internasional yang dibangun presiden akan terus dirusak dari dalam."
Dan ini tentang konteks global yang membuat situasi Indonesia makin berat:
Rocky berbicara dari Washington bukan kebetulan. Karena keputusan yang dibuat di White House dan di Wall Street langsung terasa di Jakarta.
Selat Hormuz pintu lewatnya hampir separuh minyak dunia dan 25% konsumsi energi Asia sedang dalam ketegangan. Kalau Hormuz terganggu harga minyak melonjak. Rupiah makin tertekan.
Indonesia yang 100% impor energi langsung kena dampaknya.
Dan bersamaan dengan itu:
Moody's sudah menurunkan outlook Indonesia.
MSCI sudah mencoret saham-saham Indonesia. Investor asing sudah keluar dalam jumlah besar.
Rocky menyebut ini sebagai kondisi di mana MBG dan geopolitik bertabrakan:
"Level ekonomi kita diturunkan oleh Moody's dan MBG jadi masalah. MBG artinya Moody's Broke the Game. Game dari mereka yang enggak ngerti."
Maksudnya: korupsi di program paling flagship presiden di saat yang bersamaan dengan tekanan eksternal dari lembaga rating internasional menciptakan double blow yang sangat merusak kepercayaan.
Dan ini tentang fenomena politik yang paling menarik dari analisis Rocky:
Rocky menyebut kita sedang hidup di era hiperpolitik kebalikan dari era antipolitik sebelumnya.
Dulu orang tidak mau bicara politik. Sekarang semua orang bicara politik setiap hari, setiap jam, di semua platform.
Tapi ironisnya: semakin banyak orang bicara politik semakin tidak efektif suara itu disalurkan. Partai oposisi tidak berfungsi.
'
Gerakan buruh terbatas.
Satu-satunya saluran yang tersisa adalah media sosial dan tekanan publik langsung.
Dan itu yang terbukti bekerja dalam kasus MBG ini.
"Ini paradoks politik global sibuk bicara politik tapi suara publik ditutupi oleh aktivitas intelijen dan deep state. Yang masih bisa menembus adalah tekanan sipil yang konsisten dan tidak berhenti."
Rocky melihat ada harapan kecil tapi harapan itu sangat kondisional. Prabowo terbukti bisa bergerak ketika tekanan publik cukup kuat. Itu berarti masyarakat sipil punya pengaruh nyata.
Tapi selama kabinet tidak dirombak secara fundamental setiap langkah maju presiden akan terus disabotase dari dalam oleh mereka yang tidak satu visi dengannya.
Dan di tengah tekanan dari Selat Hormuz, dari Wall Street, dari Moody's, dari MSCI Indonesia tidak punya banyak waktu untuk terus menggunakan energi presiden buat membatalkan kebijakan menteri-menterinya sendiri.
"Lebih baik ke antara kita dulu sebelum ke Antartika, Pak Presiden."
@LambeSahamjja Aneh juga sih. RO ini kan bapaknya harusnya diajak rembukan bisanya di hari apa yg sesuai jadwal masing2. Malah jadi jatohnya kaya si RO tamu wkwkwk
Tiyo Ardianto komentari atas diangkatnya Nanik S Deyang jadi Kepala BGN gantikan Dadan :"Dadan ditangkap karena malingnya kurang canggih, barangkali buk nanik malingnya akan lebih canggih nanti"
Setuju si ma mas tiyo, cuma ganti pemain doang inimah, yang bener ya bubarin aja itu MBG, toh MBG dan Kopdes itukan cuma kampanye terselubungnya wowo doang ? 🤐
@kompascom "Promosikan surat utang RI"
Bahasa kasarnya, mengemis-ngemis ke negara lain. Minta dipinjemin duit.
Sementara itu ada yg kemarin habis pelesiran dan nginep di hotel mahal, terus bikin acara gak jelas di Bogor. Hamburin uang.
Pak Purbaya kok mau sih diperlakukan begitu?
@txtdrbekasi KDM ini aneh banget, tiap ada berita viral yang bukan dari jabar sukanya ikut nimbrung giliran daerahnya sendiri ga diurus, udah kayak gitu masih ada aja yang mau dia maju pilpres najis
@noopiieeeeee Dulu aku memang masih kecil waktu periode beliau tp aku jg nonton tv sampe ada demo karna besoknya bbm mau naik.
Trus pas udh agak gede dan ganti presiden kaget kok ini bbm naik tapi demo diabaikan dan ada jg yg naik diam2 .
@sociotalker Wkwkwk orang mau jadi dokter aja harus ikut ujian kompetensi berkali2, mau jadi spesialis harus menempuh pendidikan lagi.
Ini untuk gizi anak seluruh indonesia ga pake kompetensi apa2??
h-3 mau nikah ketauan selingkuh & udah living together selama 7 bulan…..
dunia isinya cuma selingkuh, pelaku selingkuh kalo ga selingkuh jadi demam kah??
kalo orang terdekat kalian yg selingkuh atau jadi selingkuhan, kalian bakal dukung? atau cut off? AKU SIH CUT OFF YA