brunette ngedongak. yang dia temukan hanyalah kento yang menatapnya teduh, pria itu kembali mengusap pipinya perlahan. rasanya sangat nyaman.
"boleh, sayang. nanti aku atur waktunya. ada lagi yang kamu mau?"
"mau ke christmas market boleh? di munich..."
"boleh, sayang. lagi?"