real banget. giliran mbg mau distop langsung pada bingung mau kerja apa. emang core problem-nya tuh bukan anak sekolah kelaparan, tapi lapangan kerja yang beneran gak ada. we are literally fighting for our lives nyari kerjaan 💀
JUST OUT: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bersama aliansi mahasiswa menggelar Aksi Mimbar Rakyat di Car Free Day Bundaran HI Jakarta pada Minggu, 28 Juni 2026.
Mereka memanfaatkan keramaian Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta untuk mengajak masyarakat berdialog mengenai persoalan nasional.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyatakan aksi ini lahir dari keresahan publik karena pemerintah tidak memberikan respons nyata. Mahasiswa mengkritik sikap pemerintah yang memilih menutup telinga dari data dan fakta.
Mahasiswa menyoroti transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Mereka juga meminta penjelasan terbuka terkait meninggalnya peserta pelatihan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, aliansi mahasiswa mempermasalahkan penggunaan anggaran negara serta kondisi ruang sipil yang menyempit.
Panitia menyediakan mimbar bebas dan memasang instalasi publik berisi data kritik. Warga dari berbagai profesi seperti buruh, guru, pengemudi ojek online, hingga ibu rumah tangga menyampaikan pandangan mereka secara langsung.
JUST IN: BEM UI & BEM Trisakti bersama sejumlah BEM dari berbagai kampus menggelar Solidarity Campaign di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta
📸 owritedotid
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
UI, UGM sudah di black list oleh beberapa warga yang anaknya sudah pasti tidak akan lolos seleksi. Daftar black list kampus akan bertambah mengingat ITB hari ini juga turun ke jalan. Dalam dunia pergerakan, jika ITB sudah turun ke jalan, itu artinya kondisi negara memang tidak baik baik saja. Mereka terkenal cukup eklusive dalam berdemo. Hanya issue issue krusial saja yang membuat mereka memutuskan berhenti belajar sejenak dan turun ke jalan.
Ketua KM ITB Nahdah Nabillah HR menilai kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan sejumlah persoalan mendasar yang berakar pada tata kelola pemerintahan. Dikutip dari IDN Time, Ada 4 tuntutan yang dikemas dalam demo yang bertajuk Menggugat Negara Kilat Rakyat Sekarat.
1. memperkuat tanggung jawab fiskal melalui tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan membuka ruang partisipasi publik secara substantif.
2.menghadirkan kebijakan strategis yang mendukung industrialisasi berbasis riset dan manufaktur agar Indonesia memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
3. melakukan evaluasi internal terhadap berbagai program pemerintah sekaligus memperbaiki sistem komunikasi publik agar kebijakan yang diambil dapat dipahami masyarakat.
4.memastikan setiap program strategis disusun berdasarkan kajian dan riset yang matang.
Sebab, menurut KM ITB, sejumlah program yang berjalan saat ini terkesan dilaksanakan secara terburu-buru dan belum sepenuhnya mengedepankan prinsip good governance.
Seruan aksi #demo dari Aliansi Perempuan Indonesia.
Hari: Kamis, 18 Juni 2026
Tikum: Trotoar seberang lapangan skateboard dukuh atas
Pukul: 09.00 WIB
Dresscode: Daster/Baju Pink
Bantu sebarkan temen-temen! Siapa tau ada yang mau join dalam #aksi ini 🤗❤️
#IndonesiaGelap
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.