Akhir turnamen, Leo bawa Argentina juara, jadi topskor dan pemain terbaik. Mulai dibandingkan dengan Maradona dan saat itulah beban harus bisa jadi the next Maradona dimulai. Tentunya dengan harapan bisa membawa Argentina juara dunia seperti Maradona.
Kalo lo inget dan bisa liat di klip video, waktu Leo masuk debut di World Cup 2006, selain reaksi Maradona yang girang, udah ada fans Argentina yang bawa banner Messi dengan megang Piala Dunia. Bayangin aja waktu itu Messi masih 19 tahun tapi udah dikasih ekspetasi harus juara dunia. Agentina tersingkir menyakitkan dari Jerman dan José Pékerman dipertanyakan karena gak maenin Messi.
Setelah itu, Messi mulai jadi bintang utama di Barcelona sejak Pep mutusin jual Ronaldinho. Dapet treble winners, Balon d’Or, dielu-elukan fans Barcelona tapi masih belum sepenuhnya dicintai publik Agentina karena belom bisa kasih gelar juara dikejuaraan besar. Cuma bisa juara Olimpiade 2008.
Mulai 2010 lah ini masa kelam Messi di timnas Argentina dan hubungan dia dengan fans Argentina juga kurang harmonis. Kegagalan demi kegagalan terus belanjut. Kesialan terus terjadi. Di sisi lain, fans Barcelona terus mendukung dan banyak juga kasih opini kayak “tau gitu mending terima aja tawaran timnas Spanyol dulu” udah pasti juara Dunia dan Eropa. Karir juara lengkap.
Kalah di final World Cup 2014, kalah back to back di final Copa America 2015-16 yang berujung banyak fans Argentina membakar jersey Messi. Puncaknya sampw dia akhirnya mutusin pensiun dari timnas. Tapi gak ada Messi, Argentina malah makin berantakan. Beruntung akhirnya Messi mutusin balik ke timnas dan bisa bawa Argentina lolos dengan susah payah ke World Cup 2018. Tapi ya masih gak juara juga.
Tapi dari sini awan kelam mulai hilang. Argentina mulai sadar kalo mau juara ya mereka harus main dengan berpusat di Messi. Suatu hal yang sebenernya simple, gak jauh beda sama yang dilakuin Barcelona. Dateng Scaloni, refresh skuat dengan pemain muda yang rela mati-matian buat main di timnas bareng Messi.
Hasilnya? Back to back Copa America dan World Cup 2022. Akhirnya semua beban dan harapan yang ditaro di pundak Messi dari dia umur belasan tahun bisa dipenuhi. Butuh waktu yang panjang, it takes time but worth it. Publik Argentina akhirnya bisa mencintai dia sama besarnya dengan mereka mencintai Maradona.
Ketika negara lo melahirkan pemain macem Diego Maradona, gw rasa wajar kalo ada pemain yang digadang-gadang jadi penerusnya, diharapkan paling bisa menyamai dan kalo bisa melebihi apa yang dikasih Maradona buat Argentina. Lionel Messi pun tau itu.
Dimulai dari World Cup U20 di 2005, banyak fans dan media Argantina yang anggep dia “pemain asing” bahkan di salah satu interview, Kün pernah bilang kalo dia dikasih tau bakalan ada pemuda dari Barcelona yang masuk skuat. Dikasih tau tanpa disebut nama. Sedikit wajar karena sejak umur 13 tahun Leo sudah di Barcelona. Fans dan media Argentina lebih berharap sama Kün yang statusnya sebagai wonderkid Independiente.
Tanpa bermaksut menyenggol pemain lain tapi lagi rame membandingkan seharusnya pemain a atau b dihormati rekan/negaranya sama seperti Argentina dan pemainnya menghormati Messi. Tapi kalo lo ikutin Messi dari awal karir, kisah dia Argentina panjang serta up and down. Respect is earned, not given
Copa America 2021 akhirnya tiba, sisanya sejarah, jangan liat 2021 hingga saat ini, tapi tanyakan pada mereka yg selalu dibelakangnya di rentan 2016-2021, ntah itu cule, rakyat argentina atau bahkan mungkin insan sepakbola yg merasa pemain tsb tdk pantas menerima bullyan spt ini
Ia tdk pernah punya citra buruk, hanya dicitrakan buruk, semua pemain dr bocah sampe yg diatas2nya sangat menghormatinya. Sekelas Mou yg jelas2 berkali2 dibuat hancur olehnya msh memujinya dr sana kita tau, ada sikap positif dr orang lain untuknya, mungkin inilah titik baliknya
Ada yg inget momen ini? Pemain ini (bahkan mungkin sampe detik ini) masih dianggap biang kegagalan world cup 2014, dan fans siapa yg menyerangnya. Yak, fans pemain yg di awal babak kedua juga buang peluang bersih dlm kotak penalti dan one on one sm kiper jerman 😁
Tadinya berpikir apa yang dilakukan Haaland dan Mbappe bisa brace di laga pembuka itu udah bagus dan sangat hebat. Mereka usia prime, main konsisten dan cetak banyak gol di klub, di Timnas pun sama.
Sampai akhirnya ada pria berusia 38 tahun, secara usia prime harusnya lewat, tapi orang ini hanya berkurang kecepatannya. Tembakan dan visinya justru semakin tajam. Golnya pun masih sama dengan 7-10 tahun lalu.
Haaland dan Mbappe hebat, tapi sampai ke level ini hampir tidak mungkin.
The only one
The Greatest of All Time
The undisputed GOAT
Lionel Andres Messi Cuccitini
#FeelEveryGoal @toshibatv_id
setelah match spanyol yang bikin emosi kemarin, ternyata messi nyembuhin lewat hat-trick dengan goal goal indah
FAK LU BISA SEUMUR HIDUP MAIN BOLA GA SIH MES???? i can't imagine football without u, goat😭😭😭😭
Resilience mentalnya memang dahsyat!
❌Gagal di final Piala Dunia 2014
❌Gagal di final Copa America 2015
❌Gagal di final Copa America 2016
Lalu memimpin negaranya menjadi
✅Juara Piala Dunia 2022
✅Juara Copa America 2021
✅Juara Copa America 2024
Hari ini, jelang usia 39 tahun masih mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.