Dua tahun terakhir, strategi Ferrari alami peningkatan. Lebih jitu, lebih klinis, dan lebih berani.
Tapi Ferrari, tetaplah Ferrari.
Tidak kaget dengan cara mereka eksekusi strategi di saat-saat krusial ketika bersaing di baris depan. Tidak masuk pit saat VSC adalah keputusan salah: kehilangan waktu 10 detik dari Mercedes yang manfaatkan situasi.
Lewis Hamilton pertanyakan strategi tim dengan kenapa tidak membedakan waktu pit stop ketika situasi VSC. Karena argumen yang dipakai sepertinya adalah mereka tidak mau double-stack saat VSC.
VSC kedua dari Bottas sebenarnya ada kesempatan. Apesnya pit lane ditutup untuk evakuasi Cadillac dan mereka harus jalankan strategi go-long dengan kerugian tersebut.
Fase start mereka unggul dan bisa beri perlawanan ke Mercedes dengan hancurkan track position mereka. Charles Leclerc bisa bertahan dengan bagus & tunjukan strategi pemakaian baterai yang oke untuk pertahankan posisi meski secara power mesin kalah.
Begitu kehilangan track position dari kesalahan strategi, Mercedes tidak terkejar lagi. Bahkan meskipun Ferrari punya ban yang 13-15 lap lebih baru.
Max Verstappen raih kemenangan di GP Qatar berkat strategi jitu dari tim Red Bull yang dikomado oleh Hannah Schmitz.
Di podium, mbak Hannah diberi panggung apresiasi sebagai representatif tim bersama Verstappen πππ