BUKAN, bukan Sheva atau Kaka, bukan juga paketan Ibra dan Thiago Silva, apalagi Donnarumma. buat aku pribadi kepergian paling menyakitkan adalah transfer Sandro Tonali. bukan diukur dari kehebatan dan jasa mereka bagi Milan melainkan konteks kondisi Milan saat Sandrino pergi yang membuat dampaknya lebih menghancurkan.
Shevchenko pergi karena permintaan istri dan undangan kawan dekatnya Abramovich. Kaka pindah ke klub idamannya Real Madrid setelah sebelumnya menolak Manchester City. keduanya pergi setelah berkontribusi besar ke Milan dan saat itu, melihat kondisi Milan, ada keyakinan bahwa setelah kepergian mereka Milan masih akan baik-baik saja. sementara itu Zlatan dan Thiago Silva terpaksa dijual karena Milan terlilit krisis keuangan. sehingga masih lebih mudah merelakan kepergian mereka.
Sandro Tonali berbeda. ia datang tepat setelah Milan mulai lepas dari kegelapan banter era dan perlahan bangkit kembali menuju kemapanan. seorang anak muda yang gak pernah segan menunjukkan kecintaannya pada Milan sejak ia kecil - ia adalah bagian dari kita fans fanatik Milan. kedatangannya ke Milan diberitakan bagai sebuah dongeng, mimpi masa kecil yang jadi kenyataan.
bukan cuma bermodal cinta, Tonali juga datang dengan potensi dan kemampuan bermain yang dapat diandalkan. dan jika bicara soal 'grinta', Sandrino dengan fasih meniru kegarangan sang idola Gennaro Gattuso. dan tak kalah pentingnya, ia datang dibawa oleh Paolo Maldini, simbol dan legenda terbesar Milan.
tahun pertama Sandrino gak berjalan mulus - inkonsistensi, kecerobohan, dan masih banyak pelajaran dan penyesuaian yang perlu ia jalani. tahun berikutnya, dongeng dan mimpi itu menjadi sempurna - Milan meraih Scudetto dan Tonali menjadi berperan besar di dalamnya, termasuk gol penting ke gawang Lazio. semua milanisti bersuka cita, ekspektasi masa depan membumbung tinggi dan harapan terbang ke awang-awang. hari itu, 22 Mei 2022, pikiran semua milanisti saling terkait dalam satu kalimat, lantang dan yakin "WE ARE FINALLY BACK!!"
hari-hari berikutnya kita telah membayangkan dengan hati gegap gempita: bersama beberapa pemain andalan lainnya, Tonali dan Paolo Maldini akan stay di Milan selama mungkin, Tonali akan menjadi kapten Milan, menjadi bandiera baru Milan, di bawah asuhan sang kapten abadi, dan mereka akan membawa Milan kembali ke puncak kejayaan. menegaskan kembali identitas Milan ke hadapan dunia - Milanismo.
namun kemudian, nasib buruk tak mampu dihalau, dengan tangan cepat Magic Mike sekalipun - Redbird dan Cardinale terjadi. belum genap setahun kehadirannya, orang USA ini, atas pengaruh Furlani, memecat Maldini dengan cara yang sangat kurang ajar. belum cukup, dua bulan kemudian mereka juga menjual Tonali ke Newcastle United. Tuhan, dongeng indah itu ternyata punya plot twist super mengejutkan. tak pernah sepahit ini aku menerima penjualan pemain Milan. patah hati itu nyata.
saat itu aku pribadi berusaha menanggapi langkah absurd itu dengan khusnuzon seperti layaknya fan yang baik dan setia. kalau sebelumnya aku bisa ber-positive thinking terhadap Yonghong Li, kenapa gak bisa bereaksi sama terhadap Cardinale pikirku. namun, tiga tahun berlalu semenjak musim panas 2023 yang gila itu petunjuk semakin terang bahwa mimpi dan harapan itu sepertinya benar-benar pudar, dongeng indah itu berubah menjadi cerita horror. sementara di sini, di sudut kamar, di depan laptop ini, aku dengan sisa-sisa cinta dan gairah ini masih menantikan mereka kembali - Sandrino dan Paolo kami.
Buon Compleanno, Sandro Tonali. 🖤❤️
Pandji Pragiwaksono mengubah panggung komedi tunggal menjadi kritik politik. Tajam, kena, cerkas.
#TempoPlus terbit setiap hari dalam bentuk digital. Baca di https://t.co/chrGx95TgD atau https://t.co/lSdKqIkLbv.
#TempoPlus
Ini review gw buat MENS REA
Rating: 8.5/10
Santai, tajam, dan punchlinenya dapet.
Mens Rea ini bukan stand-up yang bikin ketawa ngakak terus. Tapi justru itu poinnya. Panji kayak ngajak ngobrol pelan-pelan, bahas hal-hal yang sebenernya sering kita denger, tapi jarang mau kita pikirin serius politik, moral, dan realita hidup yang ribet.
Jokes-nya nggak receh, cenderung berat, tapi nyantol. Banyak bagian yang bikin senyum kecil sambil mikir, “iya juga ya.” Yang dia omongin bukan sekadar opini, tapi keresahan yang rasanya deket sama kehidupan sehari-hari.
Nontonnya nggak capek, tapi habis selesai malah kepikiran.
🗣️ Theo Hernandez to @Gazzetta_it:
“I met with the Milan team before the game against Napoli in Saudi Arabia. I’m sad they have lost. I applauded Bartesaghi who deserves his current status. I embraced Modric, he is a genius of another level.
I met with Allegri, Tare and Ibrahimovic. Furlani did not show up. I would have never left Milan. My priority was to stay.
They said that I’ve asked for crazy figures to renew my contract but all of this was false.
When I arrived there was Massara, Boban and Maldini who is my idol. Ibra is top, but after Maldini’s departure everything changed to worse.
I know I committed mistakes like the red cards against Fiorentina and Feyenoord but we are humans. I wasn’t calm mentally and should have done better but the fans know how was Theo at Milan.
I deserved better treatment at Milan. I didn’t expect that. Some teammates pushed me to stay but when a director calls and tells you ‘If you stay we leave you out of the squad’ what can I do? I look elsewhere.
How many times I was close to leaving Milan? I told my agent to not tell me anything. In Italy I would have played for Milan only.
I felt disoriented when Maldini left. Last season me and Calabria arrived at Milanello with Paolo’s shirt but someone did not like that gesture. They took off a club legend for nothing. You can feel the lack of Milanismo at the club.
If Milan win the scudetto I will celebrate among the fans.
If they asked me to return to Milan? Now I want to win here [with Al Hilal] but until there are certain people at the club I won’t return.”
Ini adalah keadaan Pulau Sangihe pada hari ini, pergulatan yang dimenangkan Rakyat di Mahkamah Agung pada tahun 2022 lalu sia-sia. Seharusnya, wilayah Sangihe adalah Pulau kecil yang tidak boleh ditambang tetapi Sangihe Masih terus dihajar oleh perusahaan tambang emas Dari Kanada
Video terindah dr SEA Games hari ini. Luar biasa memang kultur skateboard ini. Seolah semua orang memahami dedikasi, latihan keras, jatuh, terluka, frustrasi saat mempelajari trik2 sulit.
Hingga empati tumbuh, hingga sebuah kemenangan kompetitor dirayakan bersama2 seolah kemenangan diri sendiri..
📽: Basral Graito via Afandy Dharma/Instagram