Pengakuan terbuka ketua BEM FH UBK, wakil ketua BEM FH UBK, Kastrat BEM FH UBK, Ketua BEM FEB UBK dan Wakil BEM FEB UBK atas penerimaan uang 20 jt sebagai upah pengalihan titik aksi.
Saadddiiiisss...
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Ya memang harus begitu. Karena:
1. Kita ga dikasi pilihan lain buat langganan listrik, hanya PLN.
2. Kalo mati lampu, PLN tinggal minta maaf, gratis. Itupun kalo mau minta maaf.
3. Kalo kita yang telat bayar, gabisa cuma minta maaf, tetap didenda bahkan dicabut.
lagi beli es doger trus abang-abangnya curhat ke aku, padahal aku ga nanya. beliau bilang “dollar naik, tp katanya org desa ga make dollar” trus aku baru record dia bilang “kalo ga ngaruh tapi ini semua bahan pokok naik, imbas bbm naik juga. saya gabisa naikin harga nanti pelanggan kabur.”
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Vietnam nggak punya Bali.
Vietnam nggak punya Raja Ampat.
Vietnam nggak punya Borobudur.
Vietnam nggak punya Lombok.
Vietnam nggak punya Labuan Bajo.
Tapi turis asing yang dateng ke Vietnam tahun lalu lebih banyak dari Indonesia.
Singapura luasnya cuma segede Jakarta Selatan. Tapi turis asingnya ngalahin kita.
Thailand? Hampir 3x lipat kita.
Dan Menteri Pariwisata kita,menteri TERKAYA di kabinet, harta Rp5,4 triliun, dateng ke DPR minta tambahan anggaran Rp1,99 triliun buat "dorong pariwisata."
Hasilnya?
Di ASEAN, kunjungan turis asing ke kita: nomor 5 dari 10.
Jadi pertanyaannya bukan soal potensi alamnya.
Potensinya udah jelas ada. Masalahnya ada di mana?