@MaybankID saya ingin tahu benefit transaksi/transfer antar maybank tapi beda negara dalam Hal ini malaysia Dan indonesia. Baik terima transferan Dari malaysia atau sebaliknya
Bukalapak, bukti kekejaman politik?
Masih ingatkah tweet CEO Bukalapak Achmad Zaki saat Pilpres 2019 lalu yang sempat membuat GEGER Istana dan kodok-kodoknya?
Ya, saat itu Jokowi vs Prabowo lagi bertarung sengit. Sialnya, Achmad Zaki membuat blunder yang sedikit banyak berpengaruh negatif ke usaha e-commerce yang dibangun dari nol
Saat itu, Bulalapak sudah masuk kategori Unicorn (start up dengan nilai valuasi diatas 1 Miliar Dollar atau 14 Triliun)
Tweetnya bernada kritik ke presiden petahana, Jokowi soal dana riset negara kita yang teramat sedikit, membuat istana gusar saat itu. Bahkan sampai muncul tagar #UnistallJokowi dari pendukung Prabowo-Sandiaga Uno
Buzzer Jokowi tak mau kalah. Saat itu rame-rame gaungkan tagar #Uninstallbukalapak . Yang lebih parah, review by buzzer dengan rating 1,0 di google play semakin tak tertahankan.
Rating Bukalapak ANJLOK hanya dalam 1 hari. Alhasil, banyak user yang mulai beralih ke tokopedia dan shopee
Bukalapak kena mental. Review jelek di google, riuh di media sosial, berita media online dan elektronik menyerbu psikologi perusahaan, membuat Ahmad Zacky harus segera bersikap
Besok harinya, Ahmad Zacky mendatangi Istana. Tujuannya jelas, memohon maaf kepada Jokowi atas cuitannya soal anggaran riset yang faktanya memang tertinggal dari negara lain
Permintaan maaf "diterima". Jokowi meminta agar "jangan uninstal bukalapak". Tapi, siapa sangka pesan itu menyampaikan makna ambigu bagi semua lembaga terutama yang bergubungan dengan ekonomi dan start up
Pilpres selesai, ternyata polemik ini tak kunjung selesai. Bukalapak yang malah ikutan selesai.
Perlahan-lahan, Bukalapak mulai ANJLOK. Baik dari jumlah user, nilai saham, jumlah transaksi, jumlah seller dan juga bukalapak kurang friendly user dibanding aplikasi e-commerce lain
Dukungan pemerintah dan swasta perlahan-lahan mundur. Mungkin mereka takut berhubungan dengan perusahaan yang sudah mendapatkan warning dari semua menteri
Tidak mungkin menteri2 Jokowi mau main tepi jurang, urusannya pasti direshuffle. Hampir tak ada menteri yang berani menggandeng bukalapak sejak tragedi itu
PHK mulai menjamur ke segala anak usaha karena mau ga mau harus ditutup demi menutupi biaya operasional
Hari-hari terus merugi. Gali lobang tutup lobang, tak ada yang bisa dipertahankan lagi selain jualan produk virtual seperti pulsa, token listrik, paket internet dan layanan digital lainnya
2025, Bukalapak mengentikan penjualan barang fisik seperti pakaian dan barang elektronik. Sadissss, padahal Bukalapak hanya platform perantara, bukan penyedia barang. Akan banyak karyawan yang di PHK lagi tahun 2025 ini
Mungkin tak ada intervensi langsung oleh penguasa, tetapi Bukalapak dibiarkan berjalan begitu saja sambil memberi karpet merah ke Tokopedia, Gojek dan Shopee dengan segala lini usahanya
Catatan ini saya tulis sekarang, karena 2019 dulu saya bayangkan akan terjadi sesuatu yang "mengerikan" untuk Bukalapak gara-gara cuitan CEOnya, dan benar saja Bukalapak selesai di 2025
Tak mungkin Bukalapak bisa berharap kepada Prabowo selama Jokowi masih mendikte jalannya pekerjaan Prabowo saat ini
Dan, kalian pasti paham juga Gibran simbiosis mutalisme sama warna apa selama ini kan? Hehehe
Terimakasih Bukalapak telah pernah menjadi warna E-Commerce Indonesia
STOP NORMALISASI Alasan Indonesia kalah karena Masih pemain muda di #TimnasDay
Harusnya klo muda mainnya lebih segar g sih!! Ini kayak main di liga tarkam
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Dan barangsiapa yang mencela seorang muslim atau mencaci maki kehormatannya, maka seakan-akan ia telah mencaci maki dirinya sendiri." (HR. Abu Dawud)
Stafsus
Es teh
Viral
Miftah