aromamu yang selalu berhasil membuatku melupakan segala kewajibanku sebagai seorang ayah.
βmau dimanjakan seperti apa, sayang?β aku balik berbisik, menggigiti telingamu dengan lembut dan mencium serta menjilatinya sedikit. βboleh tolong katakan kamu ingin aku melakukan apa,
selalu manis di matakuγΌmemang kapan kamu pernah nampak tak manis? rasanya tak pernah dalam setiap detik. βmau istirahat dulu, sayang? atau sayangku mau aku lakukan apa biar kamu merasa enakan, sayang?β kecupanku bergerak naik ke dahimu lalu turun ke sisi pipimu yang lain dan
yang masih menggenggamγΌaku menarik perlahan tanganmu untuk mencoba membantumu bangun. βyuk kita makan! karena menjalani hari juga perlu tenaga.β dan menantikan hari-hari esok yang akan aku lalui bersama @intartrengga.
bunyi dari bel sudah bergemuruh menandakan pelajaran sudah selesai dan memasuki waktu istirahat yang pertama. meskipun banyak pasang kaki yang melangkah keluar dari kelas, milikku malah berbalik ke meja milik @intartrengga dan menempati kursi di hadapanmu. βlo laper enggak?β
semua rasa sakit dan kebingunganku yang kuyakini jika hidupku tanpa dirimu akan berlalu seperti orang yang hendak menemui ajalnya. entah apa yang bisa kulakukan selain bernapas.
βkita breng terus sampai tua!β aku mengulangi ucapanmu dan tubuhku beranjak bangun, dengan tangan
yang bebas kini menyelimuti tanganmu yang masih menggenggam milikku yang tadi. aku ingin kamu tahu apapun keinginanmu, aku akan mengabulkannya. jadi meskipun, nantinya kamu berubah pikiranγΌaku takkan mempermasalahkannya, waktu bisa terus mengubah seseorang.