Prabowo Copot Listyo Sigit Tanpa Alasan, Suyudi Langsung Disahkan Aklamasi: Polri Kini Sepenuhnya di Tangan Siapa?
Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diangkat Jokowi pada 2021 dan seharusnya bisa menjabat hingga 2029 tiba-tiba diberhentikan. Presiden Prabowo Subianto mengirim surat presiden tanggal 30 September 2026. Keesokan harinya, 1 Oktober, Komisi III DPR sudah menggelar uji kelayakan kilat lalu menyetujui Komjen Suyudi Ario Seto secara aklamasi tanpa perdebatan berarti.
Tidak ada alasan resmi yang diumumkan ke publik. Hanya hak prerogatif presiden. Itu saja.
Suyudi bukan orang sembarangan. Ia diangkat Prabowo sendiri menjadi Kepala BNN pada Agustus 2025, lalu cepat dinaikkan pangkatnya. Lulusan Akpol 1994, lahir 1973, jauh lebih muda dari Listyo. Kini ia yang akan memegang kendali institusi bersenjata terbesar di negeri ini.
Prosesnya terlalu rapi dan terlalu cepat. Surat masuk, Bamus rapat, uji kelayakan pagi itu juga, aklamasi, lalu langsung ke paripurna. Seolah semuanya sudah diatur jauh-jauh hari. Apakah ini sekadar regenerasi biasa, atau langkah sistematis menempatkan orang kepercayaan di pucuk pimpinan Polri setelah hampir dua tahun Prabowo berkuasa?
Listyo sempat dikenal dekat dengan era sebelumnya. Suyudi datang dari BNN dengan mandat pemberantasan narkoba yang jadi salah satu agenda Astacita Prabowo. Pertanyaannya sederhana: apakah Polri ke depan akan lebih fokus pada prioritas presiden saat ini, atau tetap menjadi institusi profesional yang independen?
Rakyat berhak tahu alasan sebenarnya di balik pencopotan ini. Karena yang diganti bukan pejabat biasa. Yang diganti adalah orang yang memegang senjata dan kewenangan paling besar di republik ini.
Bagaimana menurut kalian???