Pagi-pagi ada tetangga ngetok rumah. Beliau udah tua, tinggal berdua sama cucunya yang masih SMP kalau gak salah.
Datang ke rumah mau jual tablet Rp150 ribu, kondisinya mati. Katanya uangnya mau dipakai buat beli beras, isi token, sama bayar air.
Gue bilang, “Tunggu di depan sebentar ya, Pak. Saya diskusi dulu sama istri di dalam.”
Akhirnya kami sepakat tabletnya gak dibeli, tapi tetap kami kasih uang Rp150 ribu.
anies curhat dapat perlakuan buruk waktu kampanye:
- ada kota yang seluruh listriknya dimatiin sama pln
- pas dia mau kampanye di sana
- itu bukan cuma soal mikrofon doang
- tapi listrik satu kota
- panitia penyelenggara terpaksa pinjem genset diesel
- pln bolehin pake genset
- tapi gak boleh pake sistem kabel listrik mereka
- dia bilang "it's all right, don't worry, let's move on"
- dia gak mau bikin itu jadi masalah besar
- dia gak pernah bahas soal kejadian itu selama kampanye
- kalau ditanya baru dia cerita, kalau gak ditanya dia gak akan cerita sendiri
- dia bilang itu wajar, bagian dari tantangan yang harus dihadapi kalau mau berjuang
- dia analogiin kayak main bola
- kalau lawan main kasar itu tugas wasit kasih kartu,
- bukan tugas pemain buat protes
- fokusnya tetep main dan berjuang terus
Tadi aku lihat bapak-bapak jualan kopi seduh, namanya Pak Lili (52). Kata bapaknya, orang-orang pada takut karena ada bekas luka bakar akibat kecelakaan kerja dulu 😭
Padahal beliau cuma jualan buat nyambung hidup keluarganya.
Ternyata di rumah, istrinya kena stroke 2 tahun lalu dan butuh terapi, tapi gak kesampean karena gak ada biaya.
Kalau ada yang lihat bapaknya di jalan, tolong diborong yaa, warga. Semoga Pak Lili dilancarkan rezekinya.
di depan jokowi, jk, ma'ruf dan pak boediono
prabs:
"kurang dari 2 tahun, pemerintahan yg saya pimpin telah buktikan bahwa masalah-masalah yg selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, bisa kita selesaikan"
pagi-pagi dengerin curhatan abang ayam potong 🥹
“dada ayam sekilo 63.000 bu. saya sampe malu kalo ada orang nanya harga. ini harga tertinggi, bu, lebih-lebih dari lebaran. pusing saya juga, tiap hari harga naik 3.000.”
This is disgusting.
Gaza’s most injured children were brought to Italy for critical treatment.
Outside the hospital Israelis gathered, blasting music and waving flags.
They came to mark the survivors.
To prove Palestinian kids still belong under their shadow.