Bayangin kamu nyakitin perempuan yang hidupnya memang udah sepi dari awal. Teman tak ramai, keluarga pun jauh dari hangat. Dalam dunia dia yang sunyi itu, cuma kamu satu-satunya tempat dia bergantung.
Kamu pergi… atau kamu hancurkan dia.
Itu bukan sekadar sakit biasa. Itu seperti meruntuhkan satu-satunya tempat dia pulang. Badannya masih ada, tapi dalamnya kosong seolah-olah yang hidup cuma raga, hatinya sudah lama hilang.
Kalau mau menikahi seseorang, penting untuk melihat dia tumbuh di lingkungan keluarga seperti apa.
Bukan untuk menghakimi latar belakangnya, tapi untuk memahami pola pikir, kebiasaan, dan cara dia memandang hubungan.
Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang komunikasi, cara menyelesaikan masalah, cara mengekspresikan emosi, dan bagaimana memperlakukan orang lain. Dari situ biasanya terbentuk karakter dasar yang akan terbawa sampai dewasa. Misalnya, orang yang tumbuh di keluarga yang terbiasa terbuka cenderung lebih mudah diajak berdiskusi, sementara yang tumbuh di lingkungan penuh konflik mungkin punya cara bertahan yang berbeda, seperti menghindar atau menahan perasaan.
Satu juta. Angka itu bukan statistik. Itu adalah 1.057.482 tatapan kosong di tenda pengungsian, bau basah dari pakaian yang tak sempat diselamatkan, dan 961 kursi kosong di meja makan yang takkan pernah terisi lagi.
Kau tahu apa yang paling menjijikkan dari data 961 nyawa melayang dan hampir seribu orang hilang ini? Estimasi biaya pemulihan.
BNPB bilang, butuh Rp51,82 triliun untuk memulihkan Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bayangkan. Kerugian yang disebabkan oleh kelalaian sistematis pembalakan liar, tata ruang abal-abal, dan penegakan hukum tumpul terhadap korporasi perusak kini harus ditanggung negara. Uang kita.
Pejabat datang, pasang wajah prihatin di depan kamera, bilang "Indonesia Mampu Atasi Musibah". Mereka memastikan APBN cukup (Kata Mensesneg 3 Des 2025). Tentu saja cukup! Anggaran untuk event pencitraan, studi banding, atau food security project yang tiba-tiba muncul, angkanya jauh lebih berani.
Lihat kontrasnya:
Biaya pemulihan: Rp51,82 Triliun.
Bantuan yang diserahkan Menag tahap awal: Rp155 Miliar (fakta, 2 Des 2025) – mayoritas dari donasi Baznas dan lembaga lain, bukan murni kucuran APBN Penuh.
Korban meninggal hampir 1.000 jiwa, tapi Pemerintah Pusat TIDAK MAU menetapkan status Bencana Nasional (fakta, dikritik ekonom karena membatasi ruang fiskal darurat - 1 Des 2025). Kenapa? Karena menetapkan Bencana Nasional berarti pejabat harus kerja, bukan pencitraan. Itu berarti membuka dompet sebesar-besarnya, bukan sekadar mengirim 3-4 pesawat Hercules berisi mi instan.
Sementara anak-anak di pengungsian merindukan satu piring nasi hangat, elite di Jakarta sibuk berdebat: Apakah lebih penting kerja lapangan atau administrasi? (fakta, alasan belum ditetapkan Bencana Nasional - 3 Des 2025).
Jutaan nyawa terancam. Ribuan hilang. Puluhan triliun rupiah ludes karena keserakahan yang dilegalkan. Dan kita, yang kehilangan saudara, hanya bisa melihat mereka beradu argumen di podium.
Kita menabur kemanusiaan, yang kita tuai hanya lip service dan angka kerugian yang membengkak.
Alhamdulillah Islam gak ngajarin gini. Justru tetangga & kerabat yg disunnahkan bantu keluarga yg ditinggalkan. Semoga Allah pahamkan kita dengan Islam.
Kalo ngomong syariat, yg diwajibkan itu mensholatkan dan mengantarkan jenazah ke kuburnya. Bukan ngadain tahlilannya.
Sama kayak pernikahan. Yang wajib itu syarat sah rukun nikahnya. Bukan ngadain resepsi mewahnya.
Social pressure kayak gini tuh udah lama jd beban buat umat.
girl to girl:
men are simple but MEN LIE.
men will tell you that you mean something to him, try to have some sex w you, and after he gets you, he will go to the next day like it is nothing to them.
so sets your bars as high as possible, and the very ground of your bar is NEVER HAVE SEX WITH MEN before marriage.
Singkatnya, hidup bisa ditulis dalam dua baris:
"Engkau lahir ke dunia tanpa membawa apa-apa, lalu berjuang mengejar segalanya.
Pada akhirnya, engkau pergi tanpa membawa apa-apa, meninggalkan segalanya, dan dimintai pertanggungjawaban atas semuanya."
guys jangan stop sholat ya, walau rasanya hampa, walau sholat diakhir waktu, walau sholat secepat kilat, walau sholat masih suka mikir aneh aneh, ga papaa jalanin aja dulu masih bisa berubah pelan pelan kok yang penting jangan sampe ninggal sholat yaa