Yg buatku pesimis itu mengenai cita2nya, pergaulannya
Sampai buat jaga2 aku juga harus tau karakter/pemikiran seorang yg beneran ikhwan atau cowok biasa
Kalo liat realita dgn gampangnya: "mau gimana lagi, jaman sekarang apa2 susah"
emang bener sih, dan Allah pun akhirnya membukakan mataku bahwa jalan ini memang sudah seharusnya terjadi
Tapi ujungnya bubar karena aku menolak lanjut, aku mengenal salaf hingga akhirnya menikahi laki2 lain yg prosesnya cukup singkat, seperti usia pernikahannya :v
Aku jadi keinget tahun 2018,vibesnya mirip2 kaya gini, bedanya dulu aku belum mikir dewasa
Ada laki2 yg menyukaiku tapi hanya sebatas nafsu, lalu ga lama ia menikahi wanita lain
Di saat itu posisinya aku juga sedang dalam proses perjodohan yg ga jelas arahnya
Aku ga akan minta aneh2 sama Allah, karena suatu yg meragukan harus ditinggalkan meskipun perlahan
Gapapa tersiksa yg penting aku bisa bahagia di atas kebahagiaanku sendiri
Rumah tangga yang baik bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat berlindung, bertumbuh, dan mengabdi kepada Allah.
—Ustadz Syafiq Riza Basalamah حفظه الله