Standing ovation buat maskapai plat merah kita! ๐ Harga tiket kelas atas ternyata nggak cukup buat nahan laju kerugian yang tembus US$322,4 juta di tahun buku 2025.
Minal
Mohon
#LET_ENHYPEN_CREATE#PROTECT_OUR_SEVEN
ARIRANG OUT TODAY
Eid Mubarak
SWIM OUT TODAY
BTS IS BACK
Pendapatan turun 5,85%, tapi kerugian sukses dibikin bengkak dari US$72,7 juta jadi US$322,4 juta. Kira-kira ini murni strategi bisnis, atau memang lagi hobi ngabisin duit? Yang paham cash flow maskapai ini, coba kumpul di komentar!
Standing ovation buat GIAA! ๐ Sukses menyulap suntikan dana Rp23,7 Triliun jadi kerugian yang makin bengkak.
Minal
Mohon
#LET_ENHYPEN_CREATE#PROTECT_OUR_SEVEN
ARIRANG OUT TODAY
Eid Mubarak
SWIM OUT TODAY
BTS IS BACK
#GrowingTEEVTP25th
RETURN OF THE KฤฐNG
Standing ovation buat GIAA! ๐ Sukses menyulap suntikan dana Rp23,7 Triliun jadi kerugian yang makin bengkak.
Minal
Mohon
#LET_ENHYPEN_CREATE#PROTECT_OUR_SEVEN
ARIRANG OUT TODAY
Eid Mubarak
SWIM OUT TODAY
BTS IS BACK
#GrowingTEEVTP25th
RETURN OF THE KฤฐNG
Kalau nakhoda sibuk menata singgasana sementara kapal mulai bocor, siapa yang nyelamatin penumpangnya? Jangan sampai ego elite mengorbankan reputasi bangsa!
Saat pelayanan butuh perhatian, elit internal malah sibuk. Isu "kerajaan kecil" di departemen HC mencuat. Bukannya perkuat pondasi SDM, energi malah habis buat manuver politik geser kursi nomor satu.
Tugas vital Dir HC buat jaga kualitas SDM malah tergeser sama agenda "suksesi prematur". Sibuk ngincer kursi Dirut pakai alasan usia, sementara kinerja pelayanannya sendiri hancur lebur.
Membangun dinasti di BUMN itu racun! Fokus rebutan kekuasaan, jutaan penumpang dan reputasi bangsa yang dikorbankan. Maskapai ini butuh profesional, bukan politisi berbaju korporat!
Kualitas layanan kabin itu cerminan kantor pusat. Kalau SDM cuma dipakai buat bermanuver geser kursi nomor satu, penumpang yang jadi korban bayar mahal buat fasilitas merosot.
Penumpang butuh pelayanan bintang 5, bukan drama perebutan takhta! Gimana opini kalian? ๐
Skytrax nyatet maskapai kebanggaan kita turun kasta ke Bintang 4. Kok bisa? Jawabannya ada di meja manajemen. Petinggi HC diduga lebih sibuk jadi "politisi internal" ketimbang ngurusin pelayanan. ๐โ๏ธ