FIKSI.⠀ Oh, I wish I’d find a lover that could hold me! Oh! I forgot that I already have a boyfriend. This is my boyfriend, his name is @madunworldwide!
@madunworldwide Aku mengangguk lalu dengan cepat langsung memelukmu, soalnya kangen berat.
“Kangen.. kamu lembur mulu akhir-akhir ini.. jadinya uh...” aku memalingkan wajahku kesamping, enggan untuk melanjutkannya. “Tidak jadi.. aku kangen.”
Sesuai janji @madunworldwide, aku datang ke sebuah tempat yang begitu asing namun tempat yang tidak asing untukmu. Aku memasuki tempat itu dan duduk di tempat yang sudah disediakan.
“Maaf.. kamu menunggu lama, ya..?” tanyaku ke dirimu.
@madunworldwide Huh, bertapa posesifnya dirimu itu. Aku hanya bisa menghela dan memilih minuman apa yang seharusnya aku minum malam ini.
“Aku mau lemon tea, can I?” aku menatapmu dengan raut wajah memohon. “Aku kan tidak bisa minum alkohol..” lebih tepatnya, belum pernah mencobanya.
@madunworldwide Dengan cepat ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku masih belum berani sepenuhnya. Tapi, aku merasa jauh lebih nyaman dan aman jika menontonnya bersama kakak." ia akhirnya berkata dengan suara lembut.
@madunworldwide "Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Mari kita nikmati waktu yang ada." ujarnya dengan senyum lembut yang menenangkan.
"Oh iya kak, mau nonton film horror bersama?" tanyanya dengan antusias, mencoba mengusulkan aktivitas yang biasa mereka lakukan.
@madunworldwide Ah, akhirnya ia bisa memeluknya kembali. Tanpa aba-aba atau kata-kata, ia langsung memeluknya erat. Dalam dekapan itu, tersalurkan segala kerinduan yang terpendam selama ini.
"Kangen. Kangen banget sama pacar Biru…" bisiknya lembut. Senyum kecil tersungging di bibirnya.
@madunworldwide "Aku tidak tahu harus meminta hadiah apa kepadamu..." bohong. Sebenarnya ia memiliki daftar barang yang ia inginkan. Namun, ia tidak ingin memberi tahu karena harganya terbilang cukup mahal.
"Jujur... aku ingin meluk kakak lebih lama... kalau bisa seharian."
@madunworldwide Ciuman yang diberi secara bertubi-tubi sukses membuat wajah Biru semakin memerah. Dengan cepat ia memeluk raga yang lebih tua darinya agar tidak dilihat seberapa merahnya wajahnya.
"Apa ada hadiah untukku, kak?"
@madunworldwide Satu reaksi, malu maksimal. Entah sudah berapa lama mereka tidak melakukan hal seperti. Afeksi yang diberikan oleh Madun kali ini cukup sukses membuat seorang Biru malu maksimal.
"... terima kasih, kak..." yang semula raut wajahnya suram, berganti menjadi senyuman yang tulus.
@madunworldwide "Nggak sih.. tapi.. kalau aku ajak ngobrol mukanya sewot gitu. Giliran dapat telpon dari cewek langsung happy..." terlihat, raut wajah Biru saat ini seperti orang yang kecewa.
".. sebenarnya pacar kamu siapa sih? Klienmu atau aku?"
"Enak banget ya yang habis jalan-jalan sama cewek." ujarnya dengan ketus.
"Kalau mau putus bilang aja, gausah sembunyi-sembunyi gitu, @madunworldwide."
@madunworldwide Tentu saja, pernyataan dari Madun tidak ia gubris. Baginya, pernyataan itu hanya omong kosong.
"Iya, aku khawatir. Khawatir banget.. cuman.. kamu tidak pernah menanyakan keadaanku.. setiap aku ngodein kamu, kamu malah kayak tidak mau ngobrol barenh aku.."
@madunworldwide Kali ini, ia benar-benar marah. Tidak menyangka bahwa KEKASIH yang IA SAYANG tega kepadanya. "Nggak usah pura-pura gak tahu deh.. kamu pulang malam-malam begini gegara jalan sama perempuan lain, 'kan?"