@enema_of_elites@glrhn Semarang juga sama aja, wallkotnya kayak ga ada. Ga ramah pejalan kaki, jalan bolong², truk sampah terbuka, banjir, ngaliyan banyakk kecelakaan maut tapi ga ada berbenah infrastruktur
Talk to who,
Bapa w nganggep kerjaan yg kaitannya teknik permesinan/engineering itu rankingnya lebih bagus dripada kerjaan lain. Sedangkan dulu anaknya masuk sastra bahasa dibilang mau jadi apa 🥲 #boomer
Girl to girl💌
Kalau sama dia lo malah jadi stress, overthink, kehilangan diri sendiri... that’s not love.
The right man will feels calm, safe, and soft.
He will bring out the most feminine version of you.
Di sisi lain, ketemu keluarga bapak, ditanya hal yang sama. Responnya,
"Gajinya gede ya nduk? Hebat, lulus PTN langsung kerja, gak pernah nganggur."
Sebuah kesenjangan. Maklum, keluarga ibu mentereng smua. Beda ama keluarga bp, naik reborn aja udah wah bgt.
Ketemu sodara dri keluarga ibu, anak²nya pada kuliah di LN, emaknya dosen, bapaknya pengusaha. Abis salaman ditanya sama emaknya.
"Udah kerja?"
"Alhamdulillah udah tante."
"Di mana?"
"Deket rumah."
"Lah, bukannya di sono UMRnya kecil?"
W diem. Eh malah diulang prtanyaannya:)
Aku pernah dengar dari seorang psikiater, kalau ada orang yang gampang kepikiran, memilih sendiri saat lagi tertekan, ingin semuanya sempurna tapi sering menunda-nunda, itu kadang berhubungan dengan luka batin dari masa kecil. Perasaan seperti pernah diabaikan, tidak diterima, atau kurang mendapat perhatian bisa terbawa sampai dewasa.
@KucengTerbanggg Yeh kocak bukan gengsi, tapi marwah lu sbgai suami yg harusnya nafkahin mau ditaro di mana awkwkw... sesimpel makan sahur ama buka aja nyuruh istri makan tiap hari di mesjid. Kalo masih merasa mampu, usahain dlu beli bukaan sederhana jg bisa. Bukan langsung ngandelin mesjid🤣
Ingat banget waktu kecil diajak keluarga besar silaturahmi ke keluarga di Bekasi. Singgah di warteg dekat Bulak Kapal. Aku memang bocil sendiri, lainnya orang dewasa. Mulai memilih menu menunjuk etalase makanan.
Tiba giliranku ditanya mau apa, kutunjuk ayam goreng. Ibuku wajahnya mendadak masam, tapi tetap diambilkan. Mungkin karena gak enak takut malu sama keluarga yang lain.
Sampai di rumah habis diceramahi, kayak berdosa banget seolah baru membunuh Presiden. Aku cuma bocil mana paham kalau ayam goreng mahal. Kukira semua menu di etalase harganya sama wkwkwk. Memang sih keluarga lainnya cuma mengambil lauk sederhana, macam telur dadar atau sayur.
Pelajaran nih buat kalian para orang tua atau calon orang tua, kalau sekiranya gak mampu gak usah menawarkan opsi ke anak. Langsung tentukan sendiri. Pakai otoritas kalian. Disuruh demokrasi, tapi pada akhirnya dibungkam itu sungguh perih hatiku.
Beneran tp pernah mikir: “kayanya gak harus lulus s3 dah buat paham kaya gini” tp kemudian aku ke stasiun tanah abang dan jadi mikir: “iya kali ya, mungkin harus sekolah bagus”
@KAI121 Permisi min, maaf tadi saya lihat jadwal kereta bulan Maret, kok Banyubiru yang jam 6 pagi cuma ada sampai tanggal 13 Maret ya? Padahal hari ini jadwalnya sudah bisa dilihat sampai tanggal 16 Maret. Aapakah selama masa libur lebaran tidak ada Banyubiru pagi? Terima kasih
Menurut saya dengan cctv sejelas ini
Kalau Polisi tidak bisa menangkap, kita patut menduga, ada pembiaran dan ini pelanggaran serius pada hak warga negara
DPR harus memanggil Kapolri dan meminta penjelasan
Pelaku bawa HP. Harusnya mudah utk telusuri dg “cell tower dump”. Saring nomer siapa saja yg ada di lokasi, siapa yg warga atau bukan, siapa yg hpnya aktif komunikasi (jam 2-3 pagi) di sekitar sana, dst.
Tp gak mungkin diungkap kan yg begini.