Kalo response time dan waktu tunggu, gw bisa bilang Indo jauh lebih bagus dari banyak healthcare negara maju
Yg gua bingung, di LN kok gak ada berita keributan yg bermakna terkait ini ya, pejabatnya caper gtu marah” di UGD atau ruang tunggu?
saturasi oksigen kali kak? kalo heart rate bpm 74 masih angka normal. mungkin juga itu oxymeternya eror?? saturasi 74 harusnya udah pasang selang oksigen dan nggak kepikiran buat selfie😭😭
Iship tuh harusnya dikasih pelatihan acls + atls biar ntar langsung siap apply ke RS, lah ini RS nya minta yg ada 2 sertif itu kumaha. Apa gunanya 1 th nguli underpaid jadi outsourcing kemenkes, tai kucing kompetensi2an ini. Kalo alasan kompetensi mah kasih aja workshop acls,atls
i love you bts i love you so much your music and your impact and your influence on people will always, always, ALWAYS be bigger than any award this universe could possibly come up with 🗣️
- Fitnahan jadi WNI: Dikatain londo ireng
- Fitnahan jadi ASN: Cuma absen-ngopi-pulang-absen sore lagi
- Fitnahan jadi Nakes: Beda-bedain pasien BPJS dan umum
Dan kamu adalah WNI + ASN + Nakes. Serasa kena triple kill 😌
Baru selesai rapat sosialisasi aturan BPJS yang baru. Jujur, ada satu poin yang bikin saya garuk-garuk kepala.
Pasien datang membawa surat rujukan dari FKTP. Ternyata kalau diagnosis di rumah sakit tidak sesuai dengan diagnosis yang ditulis FKTP, pasien bisa diminta kembali lagi ke FKTP.
Padahal... bukankah salah satu alasan pasien dirujuk ke rumah sakit karena fasilitas pemeriksaan di FKTP terbatas? Atau karena kasusnya memang belum jelas sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dan dokter yang lebih kompeten di bidangnya?
Kalau sejak awal diagnosis di FKTP sudah pasti, mungkin banyak kasus memang tidak perlu dirujuk.
Yang paling kasihan ya pasien. Sudah datang jauh-jauh, antre, berharap mendapat kepastian, tapi malah berpotensi diminta bolak balik hanya karena diagnosis berubah setelah dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap.
Diagnosis itu proses. Semakin lengkap pemeriksaannya, semakin mungkin diagnosis berubah. Itu bukan berarti dokter sebelumnya salah, tapi memang ilmu kedokteran bekerja seperti itu.
Semoga implementasinya nanti tetap memberi ruang bagi kondisi klinis pasien, bukan sekadar mengejar kesesuaian administrasi. Karena yang sedang kita urus bukan hanya berkas, tapi orang yang sedang sakit.