Halo! Aris buka jasa topup aka bantu topupin game2 region JP
Selalu open utk Enstars JP dan 18Trip, tp bisa game lain juga!
Pricelist bisa dicek di
https://t.co/c7ndB0DCSp
Pricelist bisa sewaktu2 berubah mengikuti kurs, jadi baiknya tanyain lagi di DM ya!
Ini sih, minimal sadar diri klo fandom lu gak rame & gak semua orang di fandom lu mau keluar duit. Lu aja masih mendang-mending, bukan tipe yg "oshi gue nih, beli aja lah bodo amat, YG PENTING OSHI GUEEEE", tp ngarep merch fandom lu masuk? Mikir kids
"Lah terus gmn" bisa aja mereka riset tapi kan riset SATU SATU FANDOM takes time ya temen temen, mending sambil jalan aja tp bawa ip rame dulu. I mean ga salah kok pengen franchise kesukaan u masuk toko tp ya Allaaah coba liat daya beli fandom u gmn😭😭🙏
Yang dilakukan wibu ketika nemu merch mahal:
Nawar ❌️❌️❌️
Ngirit makan ✅️✅️✅️✅️✅️
Udah bukan kejadian aneh liat artist buka komis buat beli komis wwwwwww
jd kemaren eno bening mampir ke booth gue.
👨: EH! apa nih? (menyentuh pancarona)
🫚: jd gini kak, ini komik soal remaja wanita suka sama bapaknya temennya..
👨: GAS! gue mau satu!
🫚: .... ok???
lucu banget mempertanyakan buying powernya wibu 😂 wibu yg most of the time lebih milih beli merch daripada makan itu? wibu akan beli 5 standee @ 150-200k itu kalo sudah kecintaan. normies boro2, beli ganci 40k di event nawar.
“ini character apa ya?” ada mbak2 yang kelihatan banget not into hoyo nor any anime fandoms tanya sambil pegang2 brutal semua display nya
me and my mom pelototin dia sampe kelar
also ada yang mau pasang keycaps ke case nya sampe kutegur. yang into fandom asli pada sopan semua
Comifuro dari Kacamata "Wibu Tua" yang Baru Pertama Kali Hadir
CF 22 kali ini adalah pertama kalinya aku datang langsung setelah bertahun-tahun cuma "lihat dari jauh". Ada banyak hal yang bikin aku mikir, termasuk berbagai reaksi pengunjung.
Sebelum aku bahas ini dari kacamata wibu yang juga EO, ada beberapa konteks yang perlu kita tahu sama-sama.
Sejarah Singkat CF.
Comifuro awalnya lahir dari Gelar Jepang UI sebagai "doujinshi convention", konsepnya mirip Comiket di Jepang. Dari sana, acara ini berkembang, memisahkan diri dari Gelar Jepang, dan berdiri sebagai event mandiri.
Aku melihat, banyak orang membandingkan "era Balai Kartini" dan "era ICE BSD" yang dipisahkan oleh era Covid. Wajar kalau banyak orang punya nostalgia yang berbeda tergantung pertama kali mereka datang di era yang mana.
Dan aku sendiri tidak punya pengalaman langsung di era Balai Kartini, jadi aku enggak akan sok tahu seberapa besar bedanya dengan sekarang. Aku fokus sama hal yang aku rasakan sekarang aja.
Nah, masuk ke bagian yang paling bikin aku kaget.
Waktu dengar kata "Comifuro" atau "Comic Frontier", otak aku langsung ngebayangin booth-booth jual manga, doujinshi, artbook, dan orang-orang cosplay karakter anime.
Tapi ternyata CF jauh lebih luas dari itu, yang kurasa, CF lebih mirip Comic Fiesta di Malaysia daripada Comiket di Jepang.
Yang datang bukan cuma otaku anime, doujinshi, dan games. Ada komunitas berbagai TCG yang arenanya ramai banget, ada penggemar kucing dan anjing yang jualan merchandise pet-themed, ada penggemar musik, komunitas militer, dan banyak lagi.
Doujinshi dan komik, yang jadi judul acara ini, cuma mengisi sekitar kurang dari 20% booth yang ada. Sepengamatanku, produk paling dominan itu paper & acrylic-based merch.
Aku gak tahu apakah dari CF era Balai Kartini, sejauh apa bedanya dengan yang sekarang. Pun mengenai apakah perbedaan ini hal baik atau bukan, aku juga gak tahu.
Yang namanya pengunjung pasti punya ekspektasi berbeda-beda, tapi event expo itu secara fundamental berbeda dari event semacam konser, dimana kepuasan penonton bisa lebih terkontrol karena kontennya terpusat dan mayoritas produk dari EO itu sendiri.
Di expo, konten utamanya adalah tenant. EO cuma menyediakan panggungnya, dan "pertunjukannya" adalah semua yang jualan dan berpartisipasi di dalamnya.
"Tapi kan EO bisa bikin kurasi untuk tenant dong?"
Bisa, tapi tidak sesederhana itu. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Biaya operasional venue ICE BSD itu tidak kecil. Penerimaan dari booth tenant adalah salah satu penopang utama supaya event ini bisa tetap jalan. Kurasi yang terlalu ketat artinya lebih sedikit tenant, dan itu ada konsekuensi finansialnya.
Lalu, "kurasinya berdasarkan apa?" itu sendiri sudah jadi pertanyaan yang susah dijawab. Kalau standarnya adalah nostalgia kita soal CF dulu, kita sedang mendefinisikan acara ini berdasarkan sudut pandang yang sempit. Banyak komunitas baru yang juga punya hak untuk mendapatkan ruang.
"Jadi, poin Kala nulis Artikel ini apa?"
Kita perlu sama-sama sadar, kalau kita datang dengan ekspektasi festival doujinshi dan fandom klasik, kita mungkin merasa event ini sudah bergeser jauh.
Tapi kalau kita punya ekspektasi CF adalah festival untuk berbagai komunitas kreatif dan pop culture, bisa dibilang CF tumbuh jadi sesuatu yang lebih inklusif.
Implikasi inklusifitas itu, makin banyak "orang random" dan "normies" berdatangan. Sebagai orang yang profesinya EO, aku mahfum soal padatnya manusia di CF ini.
Memang, layout dan pengkategorian booth, serta alur crowd di acara ini masih bisa diperbagus lagi. Mungkin aku akan bahas di stream soal pendapat dan saranku agar CF bisa makin baik lagi ke depannya.
Sedangkan, kalau soal "gatekeeping", justru kita sendiri yang bisa jawab.
Kalau mau CF lebih sesuai minatmu, ya dorong tenant yang kamu suka buat hadir dan membesar. Karena kalau tidak, minat orang lain yang akan maju.
Maaf kalau kesannya ku CF apologist, tapi CF itu gak pernah naik harga sewanya dari awal mereka pindah ICE 😭😭 mereka seaffordable itu dan kurasa mereka tetap mempertahankan harga supaya kreator pemula bisa ikutan 😭.
Sorry guys, I have to be the CF defender today krn dgn harga segitu udah decent ya bejir ☝️
Menurut aku kita kurang bisa jg untuk complain : "kenapa si bisa lolos yang AI sama tracing di awal regis :V ?!"
UNLESS we stop accepting more circle members AFTER the registration
Guys saran aja kayanya next cf kalo mau PO pake nama seunik mungkin bcs ada orang keknya mau scam dia nanya pake nama mainstream sejuta umat banget gitu tapi alesan ga ada nomor dan ga nyimpen pick up ticket … orangnya lolos dengan alesan katanya mau ambil PO besok aja
karbit yang sekarang minoritas aja gak jarang gua denger nyelotehin BL/GL, ngomong najis, jijik, dengan segala nyinyiran lainnya, padahal doujin culture yang jadi basis pendirian CF sendiri adalah space queer-friendly.
This isn't about money, tp menjaga kenyamanan sesama