Klaim Rp5.000 dari Aplikasi ShopeePay
Salin kode referral D766GCPW7 dan gunakan saat pertama kali membuka aplikasi untuk dapatkan bonus!
Klaim sekarang!
https://t.co/KmK6DH0cqS
UMR segini, single income gak cukup.
Suami istri harus dua-duanya kerja.
Anak harus dititipin ke pekerja rumah tangga atau daycare sebelum sekolah.
Selama KB atau TK gak boleh belajar baca tulis hitung.
Ortu di rumah udah capek kerja.
Anak gak bisa baca tulis hitung masuk SD Kelas 1.
Materi kelas 1 SD:
"Gerak lokomotor adalah gerak yang membuat badan berpindah tempat."
"Gerak non-lokomotor adalah gerak yang tidak membuat badan berpindah tempat."
Apa itu "Ini Ibu Budi"?
Udah bukan waktunya lagi SD kelas 1 belajar gitu.
Mereka udah harus bisa baca tulis hitung.
@auraaaw Justru biasanya orang2 yg childfree itu sayang anak kecil, tp merasa gak sanggup untuk ambil tanggung jawab membahagiakannya aja. Bukan berarti benci anal kecil:(
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
Trauma survivors rarely say, “I need help.”
They say:
“I’ll figure it out.”
“It’s fine.”
“I’ve handled worse.”
They become their own safety net.
Because life taught them that depending on others isn’t safe.