emang ya manusia paling kasian tuh JADI CEWEKK.🤗
gak pake hijab dikatain, udah mulai pake hijab dijudge, udah pake hijab & nutup aurat dgn benar malah dikatain teroris.
apalagi sesama cewek ngingetin mah boleh tp pelan-pelqn kan bisa. emg dgn kaya gini lu lgsg msuk surga??
Dalam psikologi sosial, sentimen kelompok kognitif rendah terhadap kognitif tinggi, bisa disebut dengan Anti-Intelektualisme. Kelompok yang merasa tertinggal secara kognitif atau pendidikan sering kali mengembangkan rasa tidak percaya atau permusuhan terhadap kelompok "elit intelektual."
Menurut Social Identity Theory (Tajfel & Turner), setiap kelompok berusaha mempertahankan citra positif tentang diri mereka. Ketika kelompok kognitif tinggi dianggap sebagai standar "kesuksesan," kelompok lain mungkin merasa terancam secara psikologis.
Kelompok kognitif rendah sering memandang kelompok kognitif tinggi sebagai sosok yang sombong, tidak praktis, atau tidak peka terhadap realitas hidup orang biasa. Hal ini menciptakan jarak emosional yang memicu kebencian.
Untuk menyeimbangkan rasa rendah diri kognitif, kelompok ini sering menekankan nilai-nilai lain seperti "moralitas," "kejantanan," "akal sehat (common sense)," atau "kepatuhan pada tradisi" sebagai bentuk keunggulan mereka atas kelompok intelektual.
Penelitian oleh Hodson dan Busseri (2012) menunjukkan adanya korelasi antara kemampuan kognitif yang lebih rendah dengan tingkat prasangka yang lebih tinggi terhadap "outgroups" (kelompok luar).
Hal ini dikarenakan individu dengan kognitif rendah cenderung lebih menyukai struktur yang kaku dan hierarki sosial yang jelas untuk merasa aman di dunia yang kompleks.
Kritik yang logis memaksa seseorang untuk berpikir lebih keras (cognitive strain). Menyingkirkan pengkritik intelektual adalah cara termudah bagi kognitif rendah untuk kembali ke kondisi "nyaman" di mana keyakinan mereka tidak dipertanyakan.
Jika dominasi kelompok rendah didasarkan pada dogma atau narasi tertentu, maka intelektualitas adalah ancaman eksistensial. Menyingkirkan intelektual adalah bentuk mekanisme pertahanan diri kelompok.
Kelompok kognitif tinggi akan diberi label negatif seperti "elitis," "sok tahu," "tidak nasionalis," atau "pengkhianat rakyat." Ini bertujuan untuk merusak kredibilitas mereka di mata publik sebelum argumen mereka sempat didengar.
Dalam organisasi atau pemerintahan, kelompok mayoritas mungkin menerapkan sistem seleksi yang lebih mengutamakan loyalitas dan keseragaman daripada kompetensi atau kecerdasan. Orang-orang cerdas yang kritis sengaja tidak diberi ruang agar tidak "mengganggu" arus utama.
Ketika kelompok kognitif rendah berhasil menyingkirkan pengaruh kelompok kognitif tinggi, masyarakat tersebut biasanya mengalami fenomena yang disebut The Race to the Bottom atau kemunduran standar.
Karena kritik dianggap sebagai gangguan, tidak ada ruang untuk perbaikan. Kesalahan yang sama diulang terus-menerus karena tidak ada yang berani (atau mampu) mengoreksinya.
Individu-individu cerdas di dalam kelompok tersebut akan memilih untuk diam (silent majority) atau pergi ke lingkungan lain yang lebih menghargai kecerdasan (brain drain), yang pada akhirnya semakin memperlemah kelompok tersebut.
Ini hampir mirip dengan kejadian tahun 60-an di mana 1 generasi intelektual hilang hanya gara-gara politik "kelompok kognisi rendah."
Tidak disangka, hari ini kita akan mengalaminya lagi. 1 generasi dipersekusi, diusir, dan akan "hilang" digantikan dengan perut yang kenyang (MBG).
Lah, namanya tim teknis, ya mikirin teknis. Umbi & keset bukan khittahnya mikirin visi misi & ideologi.
Mikir tukin, ya, wajar. Namanya kerja, mikirin pendapatan halalnya. Dipikir cemara udang, bisa fotosintesis
doanya harus lebih spesifik lagi: pengen ngerasain gaji dua digit perbulan tapi workloadnya masih manusiawi, jam kerjanya selayaknya orang kerja dan bisa work life balance
tpi pembalut itu seharusnya gratis kak setidaknya utk kelompok perempuan tertentu dan wajib harganya murah, bnyak perempuan yg terpaksa beli produk ga jelas dan bisa berbahaya buat kesehatannya hanya karna harganya murah.
dan ini bukan berarti aku against program kondom gratis.
O pai dele tem descendência alemã e nasceu no Maranhão, a mãe dele é coreana, eles se conheceram na China e o Hueningkai nasceu no Havaí. Ele é o mais perto que temos da paz mundial
ni bisa ngaruh ga sih ke yoojunnya krn dlu bisa dekat bgt slalu bareng bareng tbtb gak samaan lagi apalagi dengan setting on camera gt. psti dia slalu mikir oh kalau ada ini psti ada kakak kakak itu. jdi nyariin. apaalgi yoojun ini kek pintar banget 🥺
Gak membenarkan kiof ya. Tapi baik kiof atau si Mark tuh kasusnya serupa loh; rasisme. Tapi, yang satu sampe harus 6 kali minta maaf, yang ini masih dadah2 dan hahahihi ke fans WKWKWK. Mau bilang "idol cowok juga ada yang kena overhate" pun, fakta lapangannya malah sebaliknya.