Mengapa kita memperingati Hari Lahir Pancasila yang dirumuskan 74 tahun lalu?
Kita ingin meneguhkan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, saling toleran, hidup rukun, gotong royong, serta melawan paham-paham anti-Pancasila.
Nggak ada rumus bahagia yang berlaku buat semuanya.
.
Nggak ada tips sukses, cara terkenal, rahasia kaya
yang pasti berhasil buat tiap manusia.
.
Tapi mengusahakan yang terbaik, berdamai dengan ambisi dan belajar ikhlas selalu mujarab untuk dijadi… https://t.co/4ghTNsJZCD
"Forgiveness doesn't excuse anything. You may have to declare your forgiveness a hundred times the 1st day & the 2nd day, but the 3rd day will be less & each day after, until one day you'll realize that you've forgiven completely. And then one day you'll pray for his wholeness."
I have to survive. I know I will, because I have to tell how wonderful God is to those who think that he doesn't exist.
God loves me, more than I ever knew.
Kupercaya Tuhan itu nggak narsis, nggak butuh ego feeding, nggak baperan dan sensian.
Manusianya aja yang doyan drama dan merasa harus banget carmuk kalo mau masuk surga.
Your FOMO thoughts and actions will be utterly irrelevant once you’re 27 and above. Lama kelamaan akan nggak peduli lagi harus makan di resto ngehits ini, nonton pelem duluan biar gak ketinggalan, dan akan sebodo amat sama trend masa kini. You’ll do what actually makes you happy.
Tentang kentut.
Kita marah kalo orang lain kentut, meski pun kita tau kentut itu nggak bisa dibuat-buat.
Dan ketika kita kentut, yang kita tuduh sebisanya tetap orang lain.
Manusia bukan cuma gudangnya salah, tapi juga paling suka nyalahin orang lain.
Today's lesson:
Kadang kita mikir kita yang bener dan orang lain yang salah. Time will always have time to tell who's right, who's wrong.
Let time be the judge. It is the fairest judge on earth, after all.
Mungkin Tuhan membiarkan dia meninggalkan kamu karena doamu. Kamu selalu berdoa agar diberi yang terbaik, dan bukan dia orangnya.
Atau memang dia orangnya, tapi dia yang nanti, bukan dia yang sekarang.
Siapa yang bisa membaca pikiran Tuhan?
Jika mencintaiku adalah suatu kesalahan dan mencintainya adalah hal yang benar, maukah kamu bahagia atas suatu kesalahan?
Ataukah kamu lebih memilih untuk tidak bahagia di atas hal yang benar?